EBuzz – PT Alta Internasional Indonesia dilaporkan telah resmi memborong 133,25 juta lembar saham HELI. Transaksi besar yang terjadi pada harga pelaksanaan Rp175 per saham tersebut membuat Alta Internasional harus merogoh kocek mencapai sekitar Rp23,32 miliar untuk memperkuat posisinya di emiten jasa penyewaan helikopter ini.
Dalam laporannya, manajemen PT Alta Internasional Indonesia menegaskan bahwa transaksi tersebut merupakan langkah investasi langsung. Sebelum aksi beli ini dilakukan, Alta Internasional tercatat sama sekali tidak memiliki porsi kepemilikan saham di HELI.
Namun, dengan pembelian sebanyak 133.258.000 lembar saham kali ini, porsi kepemilikan mereka langsung melonjak tajam hingga menguasai 16% dari total hak suara yang ada di perseroan.

“Manajemen Alta Internasional secara tegas menyatakan bahwa pembelian ini dilakukan murni sebagai langkah investasi jangka panjang dan tidak memiliki niat untuk mengambil alih kendali perusahaan,” papar manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (8/4/2026). (9/4).
Baca Juga : Jadi Pemegang Saham, Alta Internasional Borong Saham HELI Senilai Rp23,3 Miliar
Menurutnya, aksi borong saham ini menandai perubahan penting dalam struktur kepemilikan PT Jaya Trishindo Tbk, yang dipandang sebagai suntikan kepercayaan dari investor baru terhadap prospek bisnis jasa penerbangan di tanah air. Dalam deklarasi resminya, pihak pembeli menyatakan tanggung jawab penuh atas kebenaran data dan informasi yang dilaporkan sebagai bentuk transparansi di pasar modal.
“Masuknya modal segar ini diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi perkembangan operasional HELI ke depan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi udara privat dan layanan logistik berbasis helikopter,” tegasnya.
Langkah pelaporan ini sekaligus menjadi bukti kepatuhan Alta Internasional Indonesia terhadap regulasi pasar modal yang berlaku di tanah air. Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam POJK No. 4/2024, setiap perubahan kepemilikan saham dalam jumlah besar wajib dilaporkan secara transparan kepada publik dan otoritas.

