Kalbe Farma Pertimbangkan Delisting Enseval, Saham Ambruk 3,54%

Kalbe Farma Pertimbangkan Delisting Enseval, Saham Ambruk 3,54%
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membuka opsi untuk menghapus pencatatan saham anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan mengambil langkah ini setelah EPMT gagal memenuhi batas minimum free float yang disyaratkan otoritas bursa.

Pasar merespons kabar tersebut dengan cepat. Saham EPMT anjlok 3,54% ke level Rp 2.450 per saham pada pukul 13.39 WIB. Kapitalisasi pasar emiten distribusi dan logistik produk kesehatan itu kini tergerus menjadi Rp 6,6 triliun.

Free Float Masih Jauh dari Ketentuan

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy mengungkapkan bahwa perseroan terus berupaya memenuhi ketentuan free floatsecara bertahap. Rasio saham beredar EPMT saat ini hanya mencapai 7,5%, jauh di bawah ambang batas 15% yang ditetapkan BEI bagi seluruh emiten tercatat.

"Secara bersamaan kita juga menjajaki potensi untuk melakukan delisting sekiranya memang penambahan free float ini sulit untuk dilakukan," ujar Kartika dalam konferensi pers virtual, Senin (14/9/2026).

Kalbe Tegaskan Kepatuhan pada Aturan Bursa

Manajemen Kalbe Farma menyatakan masih mengkaji opsi pemenuhan kewajiban free float secara internal. Perseroan berkomitmen mematuhi ketentuan otoritas pasar modal, baik melalui penambahan saham beredar maupun opsi delisting.

"Tentunya kita akan patuh dengan peraturan IDX sebagai kita merupakan bagian dari pasar modal Indonesia sehingga kita akan comply dengan peraturan IDX apakah itu bentuknya dengan memenuhkan free float atau dengan melakukan delisting," jelas Kartika.

Baca Juga Arsari Tambang Gandeng Asahi Solder Perkuat Hilirisasi Timah di Babel

Ruang Diskusi bagi Investor Tetap Terbuka

Kartika menambahkan bahwa perseroan mengundang masukan dari pelaku pasar, khususnya pemegang saham, terkait rencana ini. Manajemen akan mempertimbangkan opsi-opsi yang tersedia sesuai lini waktu yang diharapkan pasar.

"Kita juga terus terbuka dengan masukan dari pasaran terkait dengan opsi-opsi yang harus kita jajaki dan kita lakukan sesuai dengan ketentuan secara timeline yang diharapkan," tutupnya.