Kadin Ungkap Perputaran Uang Rp161 Triliun Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Q1-2026

EBuzz – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai dalam upaya menekan biaya perjalanan, otoritas menyiapkan anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang dialokasikan untuk skema diskon transportasi multi-moda.

Kebijakan ini mencakup potongan tarif 30% untuk moda kereta api dengan target 1,2 juta penumpang, diskon 30% pada angkutan laut untuk 445 ribu penumpang, serta insentif tarif penyeberangan hingga 100% dari tarif jasa kepelabuhanan bagi 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sektor penerbangan kelas ekonomi turut mendapatkan intervensi diskon sebesar 17-18% bagi 3,3 juta penumpang, sementara di sektor infrastruktur darat, diskon tarif tol sebesar 30% diberlakukan pada 29 ruas koridor Jabodetabek, 10 ruas Trans Jawa, 4 ruas Non-Trans Jawa, dan 11 ruas Trans Sumatera.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang memaparkan bahwa, likuiditas rumah tangga juga akan diperkuat melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diestimasikan mencapai Rp189 triliun. Secara rinci, pemerintah menganggarkan Rp65 triliun, atau naik 10% dari tahun lalu, bagi 2,4 juta ASN Pusat, 4,3 juta ASN Daerah, personel TNI-Polri, serta 3,8 juta pensiunan.

“Sedangkan dari sisi swasta, sekitar 26,5 juta pekerja diproyeksikan menerima THR sebesar Rp124 triliun. Selain itu, mandatori Bonus Hari Raya (BHR) bagi 850 ribu mitra ojek online dan kurir diperkirakan menambah perputaran uang sebesar Rp220 miliar,” kata Sarman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga : Jasa Marga Proyeksi Lonjakan Lalu Lintas Mudik 2026 hingga 3,5 Juta Kendaraan

Sarman menambahkan, injeksi likuiditas dan lonjakan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan naik 10-15% selama periode Idul Fitri 1447 H dipandang sebagai katalis utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,4% hingga 5,5% pada kuartal I-2026. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, yang membayangi pasokan energi, kepastian pemerintah dalam menjamin ketersediaan BBM dan gas menjadi variabel krusial untuk menjaga psikologi konsumsi masyarakat.

“Momentum ini melengkapi geliat ekonomi dari periode Natal, Tahun Baru, dan perayaan Imlek yang sebelumnya mencatatkan perputaran uang Rp9 triliun,” sambungnya.

Stabilitas pasokan domestik ini diharapkan dapat memberikan keyakinan bagi masyarakat untuk tetap melakukan belanja di berbagai sektor usaha, mulai dari ritel, pangan, hingga sektor pariwisata dan UMKM di daerah.

Potensi Pergerakan Pemudik Capai 143,9 Juta Orang

Sementara itu, berdasarkan data survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan pemudik pada momen Lebaran 2026 diestimasikan mencapai 143,9 juta orang atau setara dengan 50,6% populasi Indonesia, meskipun angka ini mengalami sedikit penurunan 1,75% dibandingkan tahun 2025.

Dengan basis data 35,97 juta kepala keluarga, potensi perputaran uang secara moderat diproyeksikan menyentuh Rp148,39 triliun, dengan asumsi pengeluaran rata-rata per keluarga sebesar Rp4,12 juta. Namun, angka ini berpotensi merangkak naik hingga Rp161,88 triliun jika belanja rata-rata keluarga mencapai Rp4,5 juta.

“Aliran modal ini diperkirakan akan terkonsentrasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta menyebar ke wilayah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga destinasi wisata nasional. Bank Indonesia turut merespons potensi lonjakan transaksi ini dengan menyediakan ketersediaan uang tunai hingga Rp185,6 triliun,” tutup Sarman.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini