EBuzz – PT Jinlong Resources Investment resmi menjadi pengendali baru PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) setelah merampungkan proses pengambilalihan saham perseroan.
Sejalan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9 Tahun 2018, PT JRI akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (mandatory tender offer) kepada pemegang saham publik FITT.
Mengacu pada keterbukaan informasi tertanggal 4 Februari 2026, PT JRI menawarkan pembelian maksimal sebanyak 271,87 juta saham FITT atau setara 20,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp296 per saham. Periode tender wajib berlangsung selama 30 hari kalender, terhitung sejak 5 Februari hingga 6 Maret 2026, dengan tanggal penyelesaian pada 16 Maret 2026.

Direktur PT Jinlong Resources Investment Gao Jinliang mengatakan, pengambilalihan ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, tata kelola, serta daya saing FITT secara berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan efisiensi operasional dan pengembangan peluang usaha di sektor perhotelan dan pariwisata.
“PT JRI juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan delisting, mengubah status FITT menjadi perusahaan tertutup, maupun melakukan likuidasi setelah pelaksanaan tender wajib,” katanya dalam keterbukaan informasi, Rabu (4/2/2026). (5/2).
Menurutnya, Perseroan menyatakan telah memiliki kecukupan dana untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemegang saham publik yang berpartisipasi dalam penawaran tender tersebut.

Sementara itu, pengambilalihan dilakukan melalui pembelian 627 juta saham atau sekitar 48,07% kepemilikan dari pemegang saham sebelumnya, yakni PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie.
Selain itu, PT JRI juga melakukan pembelian tambahan sebanyak 405,39 juta saham dari sejumlah pemegang saham lain dengan harga Rp130 per saham. Dengan rangkaian transaksi tersebut, total kepemilikan PT JRI di FITT meningkat menjadi sekitar 1,03 miliar saham atau setara 79,16% dari seluruh saham beredar.
“Transaksi tersebut telah diselesaikan pada 12 Desember 2025 dengan nilai Rp65,83 miliar atau setara Rp105 per saham,” ungkap Gao Jianling.

