EBuzz – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 8.000 dalam sepekan mendatang. Kondisi ini menunjukkan IHSG tetap sehat dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH).
Proyeksi ini dipicu kombinasi sentimen positif, mulai dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) hingga ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Retail Equity Analyst IPOT, Indri Liftiany Travelin Yunus, menjelaskan sebagian besar sektor berhasil menguat, hanya dua yang melemah sepanjang pekan lalu.
Sektor infrastruktur tercatat sebagai sektor terlemah dengan penurunan 1,79%. Sebaliknya, sektor industri menjadi motor utama penguatan IHSG berkat lonjakan 4,68%, terutama ditopang saham Astra International (ASII).
“Kenaikan saham ASII tak lepas dari optimisme pasar terhadap rencana strategic review, termasuk strategi akuisisi dan divestasi aset yang dinilai berpotensi memberikan dividen besar,” jelas Indri. (25/8).
Sentimen Penggerak
Indri memaparkan empat sentimen yang mewarnai pasar pekan lalu diantaranya yakni pemangkasan Suku Bunga BI sebesar 25 bps ke level 5%, lebih rendah dari ekspektasi konsensus 5,25%. Kemudian, risalah FOMC yang menunjukkan sikap hawkish sejumlah pejabat The Fed, menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga di September.
“Rebalancing FTSE Index yang memasukkan saham DSSA ke Large Cap, serta sejumlah perubahan di Mid Cap dan Micro Cap, efektif berlaku 22 September 2025,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, IPOT merekomendasikan strategi investasi berbasis pertumbuhan dengan memanfaatkan fitur-fitur dalam platform IPOT Wealth Creation.
Investor disarankan fokus pada saham-saham yang berpotensi breakout, memanfaatkan obligasi sensitif terhadap penurunan suku bunga, serta mengoptimalkan fitur Multi-Account dan Shared Access untuk mengelola risiko dan berkolaborasi dalam berinvestasi.
“Dengan dukungan booster modal, investor bisa lebih fleksibel mengatur strategi sesuai tujuan dan kondisi pasar yang dinamis,” pungkas Indri.
Untuk pekan ini, IPOT menyoroti tiga data penting Amerika Serikat yaitu Consumer Confidence Agustus, Initial Jobless Claims, serta Core PCE Price Index Juli. Ketiga indikator tersebut diyakini akan mempengaruhi arah pasar global.