Investor Saham BYAN Melonjak 65,76% dalam Sebulan di Tengah Rencana Akuisisi Jhonlin

Investor Saham BYAN Melonjak 65,76% dalam Sebulan di Tengah Rencana Akuisisi Jhonlin
Bacakan Artikel

EBuzz - Jumlah pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bertambah 3.248 pihak pada September 2026. Berdasarkan Laporan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2026, investor yang memiliki rekening efek di anggota bursa kini berjumlah 8.187 pihak, naik sekitar 65,76% dari 4.939 pihak pada bulan sebelumnya.

Lonjakan Investor Bertepatan dengan Rencana Akuisisi

Basis investor BYAN melebar di tengah rencana PT Jhonlin Baratama membeli saham milik Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Para pihak meneken perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional share purchase agreement) pada 16 September 2026 untuk mengakuisisi 10.000.000.500 saham BYAN, setara sekitar 30% dari total saham.

Namun, laporan per 30 September 2026 belum mencatat Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam, sebagai pemegang saham BYAN.

Porsi Free Float Naik Tipis

Porsi saham publik atau free float BYAN meningkat. Jumlah free float pada akhir September 2026 tercatat 7.096.416.630 saham atau 21,289%, naik 709.500 saham dari posisi bulan sebelumnya sebanyak 7.095.707.130 saham atau 21,287%.

Keluarga Low Masih Mengendalikan Mayoritas

Struktur pemegang saham utama per 30 September 2026 masih didominasi keluarga Low:

  • Dato' Low Tuck Kwong menguasai 13.416.921.870 saham atau 40,251%.
  • Elaine Low memegang 7.333.833.700 saham atau 22,002%.
  • PT Sumber Suryadaya Prima mengantongi 3.333.380.000 saham atau 10%.
  • Masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 9.249.199.430 saham atau 27,747%.

Low Tuck Kwong juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) BYAN.

Harga Saham Rebound, Tetapi Masih Tertekan Bulanan

Harga saham BYAN ditutup menguat 4,26% ke level Rp12.250 per saham pada Senin (5/10/2026). Meski demikian, saham BYAN masih terkoreksi 11,23% dalam sebulan terakhir.