EBuzz – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menyelesaikan akuisisi saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Akuisisi tersebut dilakukan melalui mekanisme crossing dengan total sebanyak 1.687.455.000 lembar saham atau setara 16 juta lot.
Berdasarkan data perdagangan, transaksi dilaksanakan pada harga Rp63 per saham, sehingga total nilai akuisisi mencapai Rp106,31 miliar. Dengan rampungnya transaksi ini, INET resmi menjadi pengendali baru PADA.
Penilai independen KJPP Iwan Bachron dan Rekan menyatakan bahwa transaksi tersebut telah melalui analisis kualitatif, kuantitatif, serta uji kewajaran nilai transaksi.
“Berdasarkan hasil penilaian tersebut, rencana transaksi dinyatakan wajar,” ucap KJPP Iwan Bachron dan Rekan dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).
Namun demikian, KJPP menegaskan bahwa pendapat kewajaran tersebut diberikan khusus untuk kepentingan INET dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui atau menolak transaksi.
Baca juga: Kartini Sjahrir Resmi Mundur dari Jabatan Komisaris Independen LPKR
Sebelumnya, INET telah menandatangani indicative termsheet dengan Kopindosat sebagai langkah awal pengambilalihan mayoritas saham PADA. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi INET untuk memperluas sinergi bisnis, khususnya di bidang infrastruktur digital, manajemen sumber daya manusia, serta layanan operasional berbasis teknologi.
Dengan bergabungnya PADA ke dalam ekosistem bisnis INET, perseroan dinilai semakin siap mempercepat pengembangan jaringan fiber optik, memperluas layanan managed service, serta menghadirkan solusi layanan berbasis human–tech.
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dikenal sebagai salah satu penyedia jasa outsourcing terbesar di Indonesia, dengan jaringan operasional di lebih dari 25 kota dan didukung lebih dari 36.000 tenaga kerja profesional. Layanan PADA mencakup jasa teknikal dan pemeliharaan telekomunikasi, call center, layanan perkantoran, keamanan, manajemen SDM, hingga distribusi dan logistik.
Manajemen INET menyampaikan bahwa ke depan perseroan juga tengah menyiapkan sejumlah proyek pengembangan, termasuk perluasan jaringan fiber to the home (FTTH) di Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat. Dalam konteks tersebut, akuisisi PADA dipandang sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan layanan digital dan infrastruktur teknologi dengan layanan outsourcing berbasis SDM.
Melalui akuisisi ini, INET berpeluang memperluas portofolio bisnis dari layanan teknologi murni ke layanan operasional berbasis tenaga kerja berskala besar. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi operasional, memperluas sumber pendapatan, serta meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
INET juga menilai kombinasi bisnis kedua perusahaan akan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia solusi digital dan layanan operasional terintegrasi di tingkat nasional.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), INET menyebutkan bahwa negosiasi pengambilalihan telah dilakukan secara langsung dengan Kopindosat sejak 23 Oktober 2025. Akuisisi ini mencakup 53,57% saham PADA dan berpotensi mengakibatkan perubahan pengendali sesuai ketentuan POJK No. 9/2018.

