IHSG Rontok Dua Hari, Mahendra Siregar Berasumsi Presiden Tahu Kondisinya

EBuzz – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar sempat terdiam ketika mendapat pertanyaan dari awak media mengenai apakah Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi pasar modal dalam dua hari terakhir.

Momen tersebut terjadi saat Mahendra menggelar konferensi pers bersama Self Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sebelum menjawab, Mahendra terlihat berpikir sejenak. Sambil tersenyum, ia menyampaikan bahwa pertanyaan tersebut tidak mudah dijawab.

“Saya lagi memikir jawaban yang kedua itu agak sulit karena kan mesti tanya langsung, tapi ya asumsi saya ya, tahu dong. Ini kan penting dan ini kan juga diperhatikan. Memengaruhi cukup banyak hal,” ujar Mahendra. (30/1).

Dalam dua hari terakhir, pasar modal Indonesia mengalami tekanan menyusul sentimen dari MSCI. Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 7.654,66 atau melemah 8%. Kondisi tersebut memicu Bursa Efek Indonesia melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), BEI juga sempat menghentikan sementara perdagangan akibat penurunan IHSG sebesar 8%.

Gejolak Pasar Modal

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa penurunan IHSG tidak terlepas dari pengumuman MSCI terkait metodologi perhitungan free float saham Indonesia. Ia menjelaskan bahwa selain perubahan metodologi, MSCI juga membekukan proses rebalancing saham Indonesia pada Februari hingga Mei 2026.

“Apa yang terjadi hari ini memang ada menurut saya panic selling karena dua hal yang disampaikan yang jadi concern adalah pertama untuk di bulan Februari rebalancing-nya di-freeze. Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI,” ujar Iman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Iman juga menyampaikan bahwa MSCI berpotensi menurunkan peringkat pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market apabila perbaikan tidak dilakukan hingga Mei mendatang.

“Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Sementara kalau kita sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia,” katanya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini