EBuzz – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa saham-saham yang mengalami penurunan pada perdagangan hari ini umumnya merupakan saham yang sebelumnya telah mencatat kenaikan harga yang cukup tinggi.
Menurut Friderica, pergerakan tersebut sejalan dengan aktivitas rebalancing portfolio oleh investor. Sementara itu, saham-saham dengan fundamental yang dinilai baik justru tercatat mengalami kenaikan, meskipun dalam rentang terbatas.
“Kalau kita lihat hari ini saham-saham yang turun adalah saham-saham yang selama ini memang harganya sudah tinggi. Jadi kalau kita melihat investor melakukan rebalancing portfolio mereka. Kemudian saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik, walaupun sedikit tapi naik,” ujar Friderica saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan bahwa, pergerakan saham tersebut mencerminkan minat investor terhadap emiten dengan fundamental yang baik. Adapun saham-saham yang melemah didominasi oleh saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga signifikan. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah dinamika pasar.
“OJK bersama seluruh Self Regulatory Organization (SRO) memastikan seluruh aktivitas perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien,” tutupnya.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 4,88% ke level 7.922,73. Di tengah pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar, setelah sebelumnya selama empat hari berturut-turut mencatat net sale.
Sementara, untuk sejumlah indeks saham utama di regional juga berada di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan tercatat melemah lebih dari 5%, sedangkan pasar saham di Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok turut mengalami pelemahan. Harga emas juga tercatat melemah pada perdagangan hari ini.

