Hashim Sebut OJK Tak Respons Surat MSCI, Begini Respons Bos OJK

EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons mengenai adanya empat surat dari MSCI yang disebut tidak mendapat tanggapan dari otoritas. Isu tersebut sebelumnya disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo.

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi tersebut dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Informasi tersebut baru saya dengar hari ini. Kami akan menelusuri lebih lanjut maksud dari pernyataan tersebut,” ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Komunikasi dengan MSCI

Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa komunikasi antara OJK dan MSCI saat ini berlangsung secara intensif. Menurutnya, dalam satu hingga dua minggu terakhir, OJK aktif melakukan koordinasi serta menindaklanjuti berbagai masukan teknis dari MSCI.

Ia menjelaskan bahwa OJK telah menggelar pertemuan langsung dengan para analis MSCI melalui forum daring pada Senin, 6 Februari 2026. Hasil pertemuan tersebut juga telah disampaikan kepada publik melalui konferensi pers pada hari yang sama.

“Sejak pertemuan awal tersebut, kami terus melakukan rangkaian diskusi lanjutan di tingkat teknis. Komunikasi dan pola kerja dengan MSCI sudah berjalan secara intens dan terstruktur,” jelas Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menyebutkan bahwa OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan sejumlah usulan dan langkah penguatan yang dibahas bersama MSCI. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan integritas pasar serta kualitas dan keterbukaan data pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyinggung soal MSCI yang telah mengirimkan empat surat resmi kepada pemerintah Indonesia berisi berbagai pertanyaan terkait transparansi dan tata kelola pasar. Di mana, isu tersebut menjadi perhatian serius.

Akibatnya, Presiden Prabowo mengaku geram dengan lambatnya respons otoritas terhadap surat yang dilayangkan oleh MSCI terkait dengan pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia.

“Ini bukan persoalan personal, melainkan soal kepercayaan dan kredibilitas pasar. Tanpa dua hal itu, pasar tidak akan berfungsi secara sehat,” ujar Hashim.

Hashim juga memberikan peringatan keras kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia untuk tidak membiarkan adanya praktik manipulasi saham. Untuk itu, ia meminta agar menjaga integritas pasar modal dalam negeri.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini