EBuzz – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp21 miliar pada tahun ini. Alokasi dana tersebut mencakup restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses produksi, pengembangan serta efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja menyampaikan seluruh investasi capex dirancang sejalan dengan arus kas Perseroan dan diarahkan untuk memberikan imbal hasil yang terukur melalui peningkatan produktivitas serta penguatan fondasi bisnis jangka panjang.
“Seluruh investasi capex dirancang sejalan dengan arus kas Perseroan dan diarahkan untuk memberikan return yang terukur melalui peningkatan produktivitas dan penguatan fondasi bisnis jangka panjang,” ujar Karsongno dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026). (27/1).
Alokasi Dana Capex

Menurutnya, dari total capex tersebut, sekitar 70% dialokasikan untuk peremajaan mesin dan 30% untuk perluasan outlet ritel JOBB dan Jack Nicklaus, termasuk pembukaan gerai baru. Pada 2026, Perseroan memperkirakan tingkat peremajaan mesin berada di kisaran 5–10%.
Dari sisi kontribusi penjualan, Perseroan tidak memisahkan secara spesifik antara segmen BUMN dan swasta. Namun sepanjang 2025, sekitar 26% penjualan berasal dari institusi pemerintah dan swasta, 60% dari pasar ritel, serta sekitar 6% dari ekspor.
“Seluruh rencana capex akan didukung dengan visibility study yang mendalam agar investasi berjalan efektif, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mencapai target return on investment (ROI) atau break even point (BEP) yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Direktur BELL Heru Jatmiko Harrianto menyampaikan hingga saat ini Perseroan belum memperoleh informasi spesifik terkait bentuk maupun mekanisme insentif dari dana pemerintah sebesar Rp101 triliun, sehingga dampaknya terhadap industri belum dapat diperkirakan.
Menurut Heru, apabila dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), seperti peremajaan mesin serta penguatan ekosistem hulu melalui penyediaan pemasok dalam negeri untuk menggantikan produk atau bahan baku impor, maka manfaatnya dinilai akan lebih optimal.

Secara historis, kinerja BELL pada kuartal IV-2025 tercatat lebih baik dibandingkan kuartal III-2025. Dengan berbagai strategi yang telah dijalankan, Perseroan menargetkan kinerja kuartal IV-2025 lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, sehingga dapat menutup tahun buku 2025 dengan hasil positif.

