EBuzz – Pertumbuhan pesat sektor konstruksi di Jawa Tengah, mulai dari pembangunan infrastruktur, perumahan, hingga kawasan industri, membuat permintaan semen mortar melonjak signifikan.
Kondisi ini mendorong PT Surya Tata Alam Raya, produsen semen mortar dengan merek STAR Mortar (premium) dan Unimix (ekonomis), memperkuat strategi ekspansi bisnisnya.
Chief Marketing Officer PT Surya Tata Alam Raya, Carolina Widjanarko, mengatakan strategi distribusi menjadi fondasi utama sebelum memperkuat branding.
“Jaringan distribusi sudah kita tata. Selanjutnya, kami fokus membangun branding agar produk dikenal luas masyarakat. Harga kami juga kompetitif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025). (27/8).
Carolina menjelaskan, Unimix lebih memilih menggandeng distributor besar ketimbang menyasar modern market. Strategi ini dinilai lebih efektif karena memanfaatkan jaringan yang sudah mapan.
Hingga saat ini, kapasitas produksi Unimix mencapai 160 ribu ton per tahun, dengan 50% di antaranya terserap di Jawa Barat. Produksi dilakukan di pabrik berteknologi Eropa dengan sistem otomatisasi penuh, mulai dari proses hingga penempatan produk.
“Kapasitas kami salah satu yang terbesar di industri. Untuk mencapai target pertumbuhan 200%, kami bahkan tidak perlu produksi maksimal,” tambahnya.
Rencana IPO Unimix
Tingginya tren penggunaan bata ringan ikut mendorong pergeseran kebutuhan dari semen konvensional ke semen mortar. Menurut Carolina, fenomena ini menjadi peluang besar bagi Unimix. Tahun ini penjualan Unimix sudah tumbuh 66% dibanding 2024.
“Industri semen konvensional memang menurun, tapi mortar justru naik. Banyak pemain lama belum masuk ke segmen ini, dan itu kesempatan untuk kami,” jelas Carolina.
Lebih jauh, Carolina yang bergabung sejak 2023 membuka peluang Unimix melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat Initial Public Offering (IPO).
“Kami ingin tumbuh lebih agresif, memperkuat brand, dan menangkap momentum perubahan tren konstruksi ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, Unimix sudah dipakai di sejumlah proyek besar, antara lain Bandara Internasional Majalengka, RS Bintaro, RS Carolus, dan Eka Hospital. Tahun ini, perusahaan menargetkan penetrasi lebih dalam di Jawa Tengah sekaligus memperluas pasar ke Kalimantan.