Gelar Program CSR, Sucor Bantu Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara

EBuzz – Banjir yang melanda wilayah Aceh Utara sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan, salah satunya di SMK Negeri 1 Baktiya Barat. Akibatnya, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan, sementara meja dan kursi banyak yang hanyut atau tidak dapat digunakan.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan kegiatan pendidikan di daerah terdampak bencana, Sucor Sekuritas menyalurkan bantuan berupa sembako, seragam sekolah, seragam guru, serta tas sekolah bagi para siswa dan tenaga pengajar di SMK Negeri 1 Baktiya Barat.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari nilai yang dijalankan perusahaan. Adapun, program CSR ini mengusung tema “Menguatkan Hari Ini, Menumbuhkan Hari Esok”, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat bangkit kembali pasca bencana.

“Karena itu, kami ingin berbagi dan mengajak para investor serta trader di Indonesia untuk tidak hanya melihat pertumbuhan dari sisi investasi, tetapi juga tetap peduli terhadap kondisi sosial di sekitar kita,” ujar Bernadus dalam keterangan tertulisnya. (10/3).

Kegiatan CSR yang dilakukan oleh Sucor Sekuritas disambut oleh pihak sekolah yang dalam beberapa minggu terakhir harus menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan keterbatasan fasilitas akibat banjir.

Sejumlah guru di SMK Negeri 1 Baktiya Barat, di antaranya Nurlina, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia), Jufriyadi (Guru Teknik Pengelasan sekaligus Humas), serta Mardani (Wakil Kurikulum dan Guru Teknik Pengelasan), menyampaikan bahwa banjir menyebabkan banyak fasilitas sekolah rusak.

“Harapan kami pasca banjir yang utama adalah kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal. Meja, kursi, buku, serta peralatan praktik seperti mesin las dan komputer banyak yang terdampak banjir. Bahkan saat ini kami masih belajar di lantai karena kursi dan meja belum tersedia,” ucapnya.

Sementara itu, para siswa juga berharap kondisi sekolah dapat segera pulih agar kegiatan belajar dapat berjalan kembali secara normal.

Mereka menyampaikan harapan adanya bantuan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, khususnya komputer, alat praktik, serta perlengkapan belajar lainnya agar proses belajar dan ujian dapat berlangsung dengan lebih baik.

“Kami berharap sekolah ini bisa kembali membaik. Semoga ada bantuan mesin jahit, alat-alat praktik, serta kursi dan meja agar kami bisa belajar lebih fokus seperti dulu,” kata Mutia Aprilia.

Baca Juga : Superbank (SUPA) Tawarkan Harga IPO Rp635, Bos Sucor : Valuasi Paling Kompetitif

Sementara itu, Bernadus menyatakan bahwa investor diharapkan tetap menyikapi kondisi pasar secara rasional dan tidak panik. Ia menilai ruang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini diperkirakan semakin terbatas dengan area support di kisaran 7.239 hingga 7.000.

“Kondisi koreksi pasar dapat menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham dengan fundamental yang kuat,” pungkasnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa konflik yang terjadi diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Selain itu, berbagai langkah reformasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memenuhi standar MSCI turut menjadi faktor pendukung.

Di sisi lain, fundamental makroekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid juga disebut menjadi faktor yang mendukung prospek pasar modal Indonesia ke depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini