Emiten RLCO Buka Suara Terkait Saham Sentuh Rp 8.700 per Lembar

EBuzz – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyampaikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kondisi operasional perusahaan serta pergerakan harga sahamnya di pasar yang menyentuh Rp8.700 per saham.

Direktur sekaligus Corporate Secretary RLCO, Ayu Amanda mengaku, hingga saat ini seluruh kegiatan usaha RLCO berjalan normal, sesuai dengan Anggaran Dasar dan rencana kerja yang telah ditetapkan. Tidak ada perubahan signifikan pada operasional perseroan yang dapat mengganggu stabilitas bisnis.

Terkait kinerja pendapatan, manajemen RLCO menjelaskan bahwa belum terdapat perolehan kontrak baru yang bersifat material sejak laporan keuangan terakhir per 31 Mei 2025 sebagaimana tercantum dalam prospektus.

Baca juga: BEI Tanggapi Jatuhnya IHSG Usai Pengumuman MSCI soal Free Float

“Fokus perseroan saat ini adalah menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan kinerja keuangan melalui strategi yang terukur untuk mendukung pertumbuhan jangka Panjang,” ungkap Ayu Amanda dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (28/1/2026).

Di tengah persaingan ketat industri sarang burung walet—terutama pada aspek harga, kualitas produk, dan distribusi—RLCO menilai posisinya di pasar masih relatif stabil.

Ayu menyebut tidak ada perubahan signifikan pada pangsa pasar, berkat konsistensi kualitas produk dan hubungan yang baik dengan pelanggan.

Dari sisi kondisi makroekonomi, perusahaan terus memantau situasi nasional yang relatif stabil meski terdapat tantangan global seperti inflasi dan fluktuasi nilai tukar.

“Perseroan menerapkan pengelolaan operasional yang prudent serta efisiensi biaya untuk menjaga daya beli konsumen,” ujar Ayu.

Ayu memastikan tidak terdapat perkara hukum yang melibatkan perseroan, anak usaha, maupun Direksi dan Komisaris yang berdampak material. Seluruh informasi hukum telah diungkapkan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Menanggapi fluktuasi harga saham, dia menegaskan bahwa pergerakan tersebut murni dipengaruhi mekanisme pasar. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau kejadian internal yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memicu pergerakan harga saham tersebut.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini