economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Ekspansi ke Bisnis Kabel Bawah Laut, INET Caplok 60% Saham Sarana Global

Transaksi tersebut menjadi bagian dari langkah INET untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel bawah laut yang terintegrasi.

Oleh Praditya 17 Sep 2026 12:27 3 menit baca

EBuzz - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan penyertaan modal untuk memperoleh 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI), perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik.

Transaksi tersebut menjadi bagian dari langkah INET untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel bawah laut yang terintegrasi, mulai dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian hingga pemeliharaan.

Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan, akuisisi SGI memberikan kemampuan bagi perseroan untuk membangun, mengoperasikan, dan memelihara jaringan kabel bawah laut dalam satu ekosistem.

"Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia," ujar Arif.

Menurut dia, transaksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya INET memperkuat infrastruktur konektivitas nasional.

"Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia," katanya.

Proyek Kabel Bawah Laut

Dengan transaksi tersebut, INET memperoleh akses terhadap kapabilitas EPC, pemeliharaan, armada, dan fasilitas pendukung untuk proyek kabel bawah laut, termasuk segmen kabel listrik.

Sementara itu, Direktur SGI Bastian Sembiring mengatakan, pengalaman perusahaan selama lebih dari dua dekade mencakup pengerjaan dan pemeliharaan ribuan kilometer kabel di perairan Indonesia.

"Selama lebih dari dua dekade, tim SGI telah menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara. Bergabung dengan INET memberi kami platform, modal, dan skala untuk melangkah ke tahap berikutnya," ujar Bastian.

Ia menambahkan, pengembangan bisnis SGI bersama INET mencakup peluang pada layanan kabel listrik bawah laut dan pasar regional.

Akuisisi tersebut juga memperluas kapabilitas INET dalam pengembangan jaringan tulang punggung serat optik nasional yang direncanakan mencapai sekitar 21.800 km.

"Selain itu, kontrak pemeliharaan jangka panjang yang dimiliki SGI mencakup jaringan Palapa Ring Timur, Palapa Ring Tengah, serta jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo," jelasnya.

Rekam jejak SGI antara lain mencakup proyek Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer (km), Palapa Ring Timur 2.071 km, Perluasan Palapa Ring Timur 1.247 km, Sabang-Lhokseumawe-Medan 625 km, Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka 769 km, serta Luwuk-Tutuyan 342 km.

Selain kabel serat optik, SGI juga memiliki pengalaman dalam pemasangan kabel listrik bawah laut, termasuk proyek PLN-WIKA sepanjang 36 km dengan tiga sirkuit, proyek interkoneksi Singapura-Malaysia, serta pekerjaan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada 2023-2025.

Baca Juga : Sinergi Inti (INET) Cetak Pendapatan Rp926,45 Miliar, Melonjak 1.958%

SGI juga memiliki sejumlah kontrak pemeliharaan jangka panjang. Di antaranya dengan PT Palapa Timur Telematika untuk jaringan Palapa Ring Timur sepanjang 4.571 km dengan tenor 15 tahun sejak 2019, PT Len Telekomunikasi Indonesia untuk Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 km, serta PT Mora Telematika Indonesia untuk jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.