economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

DOOH Borong 6,68 Miliar Saham INET Senilai Rp2 Triliun, Ini Detail Transaksinya

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan rencana pembelian sebanyak 6.685.000.000 saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau setara dengan 29,88% dari seluruh modal ditempatkan.

Oleh Praditya 06 Nov 2026 10:27 3 menit baca

EBuzz - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), emiten yang bergerak di bidang pengelolaan media luar ruang digital, mengumumkan rencana pembelian sebanyak 6.685.000.000 saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau setara dengan 29,88% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh INET.

Aksi korporasi ini dieksekusi melalui entitas anak Perseroan, yakni PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), di mana Perseroan memiliki kepemilikan sebesar 99,99%. Sementara itu, pihak penjual saham adalah PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN).

Direktur Utama DOOH, Vicktor Aritonang, menjelaskan bahwa langkah akuisisi ini sejalan dengan arah strategis baru Perseroan setelah SII resmi bertindak sebagai pengendali pada 30 Juli 2026, yakni fokus pada sektor infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas, pusat data (data center), serta infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Perseroan memiliki visi untuk membangun ekosistem AI yang ditopang oleh lima pilar utama, yaitu AI Data Centre, internet berkecepatan tinggi, serat optik (fiber optic), kabel bawah laut, serta energi hijau melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)," terang Vicktor dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/11/2026). (6/11).

Baca Juga : DOOH Teken Tiga MOU dengan Mitra Tiongkok di Wuhan, Rangkai Energi, Pembangunan, dan Penyewa AI Data Centre

Lebih lanjut Vicktor mengungkapkan, rencana transaksi material ini akan dimintakan persetujuan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Senin, 9 November 2026, pukul 14.00 WIB bertempat di Hotel Mercure Batavia, Jakarta Barat, serta dapat diakses secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI.

"Agenda persetujuan akuisisi saham INET ditempatkan sebagai mata acara kesembilan dalam rapat tersebut," ungkapnya.

Sementara itu,  terkait rencana pencairan pinjaman dari SII dibahas secara terpisah sebagai mata acara kedelapan dan diputuskan melalui RUPS Independen, di mana SII beserta pihak-pihak yang terafiliasi tidak memiliki hak suara.

"Total pencairan awal fasilitas pinjaman dari SII ini mencapai Rp2 triliun dari total plafon maksimal pinjaman sebesar Rp5 triliun. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat beban bunga sekitar 7,5% per tahun, atau kurang lebih sebesar Rp150 miliar per tahun untuk jumlah pencairan awal, dan berpotensi meningkat hingga sekitar Rp375 miliar per tahun apabila seluruh plafon pinjaman ditarik penuh," kata dia.

Gelar RUPSLB

Selain restu dari RUPSLB, penyelesaian pelaksanaan transaksi ini juga masih membutuhkan pengesahan atau persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia terkait peningkatan modal dasar CNI, mengingat modal dasar saat ini tercatat sebesar Rp2,4 miliar sedangkan rencana setoran modal yang disiapkan mencapai Rp120 miliar.

Disisi lain, Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa kinerja fundamental perusahaan dinilai sangat relevan dengan ekspansi ini mengingat total aset INET tercatat mencapai sekitar Rp6,11 triliun, atau sekitar 19,6 kali lipat dari total aset.

Apalagi, di sepanjang semester I-2026, INET membukukan pendapatan usaha sebesar Rp926,45 miliar dan laba periode berjalan senilai Rp34,21 miliar, serta mengoperasikan lini bisnis penyedia layanan internet, pengembangan pusat data, dan jaringan kabel bawah laut melalui entitas anak usahanya.

"Perseroan juga melihat adanya potensi sinergi bisnis yang kuat melalui integrasi jaringan dengan lini media yang dimiliki, termasuk pemanfaatan jaringan Free WiFi Ads yang tersebar di 80 stasiun serta 304 layar informasi di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL)," tegas Arif.

Baca Juga : INET Bukukan Pendapatan Rp1,55 Triliun hingga Kuartal III-2026, Tumbuh 2.154,30%

Berdasarkan laporan keuangan proforma per 30 Juni 2026, total aset Perseroan akan mengalami lonjakan signifikan dari semula Rp406,51 miliar menjadi Rp2.406,51 miliar. Sementara itu, total liabilitas Perseroan meningkat dari Rp96,97 miliar menjadi Rp2.096,97 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan rasio liabilitas terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) bergerak dari level 0,31 kali menjadi 6,77 kali. Bahkan, apabila seluruh plafon pinjaman ditarik secara penuh, rasio tersebut diperkirakan menyentuh angka 16,47 kali.

Topik terkait
PT Era Media Sejahtera Tbk. DOOH PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. INET Pembelian Saham