EBuzz – Emiten konstruksi PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menyambut positif masuknya PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru. Kehadiran WKM diyakini akan memperkuat fundamental usaha dan mempercepat ekspansi bisnis ASLI ke depan.
Direktur ASLI, Yudra Saputra, menyampaikan bahwa sinergi dengan WKM membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas di sektor jasa konstruksi, baik konstruksi gedung maupun konstruksi sipil.

“Kami menyambut baik kehadiran PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru Perseroan, serta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sudjatmiko atas kontribusinya selama ini. Pengambilalihan ini bertujuan untuk pengembangan usaha WKM yang juga bergerak di bidang konstruksi, sehingga diharapkan tercipta kolaborasi positif antara pengalaman ASLI dan WKM di industri konstruksi,” ujar Yudra dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026). (26/1).
Menurutnya, ke depan, ASLI menargetkan perluasan lini usaha yang mencakup pembangunan fasilitas industri, perkantoran, dan hunian, serta penguatan kapasitas di proyek-proyek konstruksi sipil seperti jalan, irigasi, jembatan, dan sistem drainase di mana bidang tersebut yang menjadi kompetensi utama WKM.
“Dengan dukungan WKM, ASLI optimistis dapat mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri konstruksi nasional. Perseroan menegaskan komitmen untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.
WKM Akuisisi 69,52% Saham ASLI

Sementara itu, Direktur WKM Peter Handika menegaskan bahwa portofolio proyek yang dimiliki WKM akan menjadi sumber nilai tambah bagi ASLI.
“Dengan pengalaman dan rekam jejak proyek yang kami miliki, kami optimistis kolaborasi ini dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ASLI secara berkelanjutan,” kata Peter.
Peter menambahkan, dari sisi korporasi, WKM diketahui akan membeli sebanyak 4.345.000.000 lembar saham ASLI, setara dengan 69,52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Pada 19 Januari 2026, telah terealisasi transaksi melalui pasar negosiasi atas 3.920.000.000 lembar saham atau 62,72%, yang sebelumnya dimiliki oleh Sudjatmiko.
Adapun pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) WKM adalah Hariono, yang diketahui memiliki portofolio bisnis dalam jaringan usaha Haji Isam, termasuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
“Dengan transaksi tersebut, WKM secara efektif menjadi pengendali baru ASLI dan selanjutnya akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas sisa saham publik sesuai ketentuan POJK No. 9/2018,” sambungnya.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, WKM telah menyelesaikan berbagai proyek strategis, antara lain pembangunan Workshop & Office Plant PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan (2023), pembangunan barak dan pos pengamanan perbatasan TNI untuk Kementerian Pertahanan RI (2024–2025), pekerjaan jetty dan mooring dolphin PT Nusa Jaya Port (2023), pembangunan Tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri (2023), Gedung Dekranasda Kotabaru (2024), revitalisasi MEP Terminal 1B PT Angkasa Pura II (2022), pembangunan Jembatan KM 17 dan KM 51 Mantewe (2022), pembangunan kawasan perkantoran Kotabaru (2024), serta ruang VVIP RSUD Hadji Boejasin Tanah Laut (2024).

Sejumlah proyek WKM juga tercatat memiliki keterkaitan historis dengan jaringan bisnis tersebut.
Secara historis, emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha ini mencatatkan kinerja saham yang signifikan. Saham JARR tercatat naik 636,97% dalam enam bulan terakhir, sementara PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melonjak 1.705,97% pada periode yang sama.
Saham ASLI sendiri mencatat kenaikan 1.070,00% dalam enam bulan terakhir dan ditutup pada level Rp585 per saham pada perdagangan Jumat (23/1/2026).

