Di Tengah Tekanan Global, LEAD Tata Ulang Neraca dan Portofolio Kontrak

EBuzz – PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memaparkan arah bisnis perseroan untuk tahun 2026 di tengah tekanan kinerja operasional dan keuangan yang dihadapi sepanjang 2025 lalu. Hal tersebut disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi kepada publik.

Manajemen LEAD mengakui bahwa sepanjang 2025 perseroan mengalami penurunan utilisasi kapal serta pelemahan pendapatan, seiring dinamika industri jasa maritim dan migas yang masih menantang. Di mana, sepanjang sembilan bulan 2025 pendapatan LEAD tercatat sebesar USD29,51 juta, turun 12,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD33,71 juta.

Penurunan ini terutama disebabkan melemahnya utilisasi kapal berukuran besar, khususnya pada segmen AHT, AHTS, dan AHTS-DP yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

Selain itu, Laba bersih LEAD hingga September 2025 tercatat sebesar USD0,87 juta, turun 51,20 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar USD12,82 juta atau turun 25,48 persen, dengan margin EBITDA menyusut dari 51,05 persen menjadi 43,45 persen. Manajemen menjelaskan bahwa penurunan margin dipengaruhi oleh penurunan pendapatan serta struktur biaya dan utilisasi armada yang belum pulih sepenuhnya.

Direktur Utama LEAD, Eddy Kurniawan Logam, menyampaikan bahwa strategi perseroan pada 2026 difokuskan pada penguatan struktur keuangan, efisiensi armada, serta pengamanan kontrak yang telah diperoleh.

“Perseroan menempuh langkah penjualan kapal dan pelunasan pinjaman untuk menjaga keberlanjutan usaha serta memperbaiki struktur neraca di tengah tekanan utilisasi,” ujar Eddy sebagaimana dikutip dalam paparan Public Expose LEAD, Kamis (15/1/2026). (19/1).

LEAD Jual 5 Unit Kapal

Sementara itu, Chief Financial Officer LEAD, Denny Haryanto, menyampaikan bahwa penurunan liabilitas tersebut terjadi setelah perseroan menjual lima unit kapal sepanjang 2025, yakni Logindo Destiny, LSM Provider, Servewell Stable, Logindo Progress, dan Logindo Stature. Seluruh dana hasil penjualan kapal digunakan untuk melunasi pinjaman kepada OCP Asia Fund.

Adapun dari sisi kontrak, hingga akhir November 2025 LEAD telah mengantongi kontrak baru dan perpanjangan dengan nilai total mencapai USD19 juta. Dengan demikian, total nilai kontrak berjalan perseroan tercatat sebesar USD41 juta, di mana kontrak yang belum terealisasi mencapai USD21 juta.

Manajemen juga menyampaikan bahwa perseroan terus melakukan diversifikasi basis pelanggan.

“Selain melayani pelanggan eksisting di sektor migas domestik, LEAD juga memperoleh kontribusi dari pelanggan internasional, antara lain Wynnergy Marine dan Synergy Marine, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar jasa maritim,” tegasnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini