Dana IPO Belum Habis, Dewi Shri Farmindo (DEWI) Masih Simpan Rp9,77 Miliar

EBuzz – PT Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI), emiten yang bergerak di bidang budidaya ayam ras pedaging dan perdagangan eceran hewan ternak, menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per 31 Desember 2025.

Direktur Utama DEWI, Aditiya Fajar Junus, dalam keterangan tertulis pada Kamis (15/1/2026), menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh dana hasil IPO yang efektif pada 11 Juli 2022 sebesar Rp70 miliar. Dari jumlah tersebut, Perseroan mencatatkan biaya penawaran umum sebesar Rp5,77 miliar, sehingga dana bersih yang diperoleh mencapai Rp64,22 miliar.

“Perseroan telah merealisasikan dana IPO untuk sejumlah keperluan investasi dan operasional. Penggunaan dana tersebut meliputi pembelian tanah afiliasi sebesar Rp7,48 miliar, pembelian tanah non-afiliasi sebesar Rp3,67 miliar, serta pembangunan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) di atas tanah afiliasi senilai Rp110 juta,” ucap Aditiya. (19/1).

Selain itu, kata Aditiya, manajemen DEWI juga merealisasikan dana IPO untuk pembangunan fasilitas Broiler Commercial Farm di atas tanah non-afiliasi sebesar Rp6,71 miliar. Perseroan turut mengalokasikan dana untuk modal kerja sebesar Rp36,46 miliar.
Dengan realisasi tersebut, total dana IPO yang telah digunakan oleh DEWI hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp54,45 miliar.

“Perseroan masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp9,77 miliar yang ditempatkan dalam bentuk giro di Bank Mandiri dengan tingkat bunga berkisar antara 0% hingga 0,25%,” tutupnya.

Strategi Baru DEWI

Selain itu, perseroan tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan nasional melalui program diversifikasi usaha dan hilirisasi produk peternakan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan asupan protein hewani masyarakat.

Rencana strategis DEWI meliputi kerja sama pengelolaan rumah potong ayam (RPA), kemitraan dengan peternak bebek, pembangunan pabrik sosis, dan rencana akuisisi usaha katering. Setiap langkah diarahkan untuk memperluas portofolio usaha sekaligus memperkuat posisi DEWI di sektor pangan olahan.

Kerja sama pengelolaan RPA akan difokuskan pada peningkatan efisiensi, standarisasi mutu, serta penerapan praktik produksi yang ramah lingkungan. Sementara itu, kemitraan dengan peternak bebek ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat jaringan distribusi nasional.

Dari sisi hilirisasi, pembangunan pabrik sosis menjadi salah satu proyek unggulan yang diharapkan mampu mengubah hasil peternakan menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan rencana akuisisi usaha katering diproyeksikan akan memperluas jangkauan pasar dan menciptakan sinergi bisnis antara sektor hulu dan hilir.

Menurutnya, strategi terintegrasi ini menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang DEWI. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rantai nilai dalam bisnis peternakan memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, masyarakat, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri pangan nasional,” jelas Aditya, Jumat (14/11/2025).

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini