EBuzz – Memasuki tahun 2026, emiten furnitur PT Chitose Internasional Tbk (CINT) fokus menjaga keberlanjutan pertumbuhan kinerja usaha setelah mencatatkan performa ciamik disepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut, menjadi landasan bagi perseroan dalam penguatan bisnis di tengah proses pemulihan bisnis industri furnitur dalam negeri.
Direktur PT Chitose Internasional Tbk, R. Nurwulan Kusumawati, menyampaikan bahwa, perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan mengandalkan peningkatan permintaan dari segmen institusi, khususnya sektor pendidikan dan perkantoran.
Selain itu, CINT juga menyiapkan penguatan efisiensi operasional dan modernisasi fasilitas produksi guna meningkatkan daya saing serta menjaga ketahanan bisnis.
“Untuk mendukung target kinerja, CINT menjalankan berbagai program efisiensi operasional yang meliputi pengelolaan rantai pasok, pengendalian biaya produksi, serta optimalisasi manajemen persediaan,” kata Nurwulan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/1/2026).
Strategi Bisnis CINT di 2026

Nurwulan menambahkan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perseroan juga melanjutkan modernisasi fasilitas produksi melalui pembaruan mesin dan peningkatan otomasi pada sejumlah lini produksi.
“Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses, produktivitas, serta kemampuan pemenuhan permintaan dalam skala besar di tingkat nasional,” ungkapnya.
Selain itu, seiring pemulihan bertahap pasar furnitur domestik, Perseroan memperkuat portofolio produk dan memperluas penetrasi pasar ke wilayah-wilayah dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka.
“CINT juga melanjutkan komitmen distribusi furnitur pendidikan ke berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok dan perbatasan, sebagai bagian dari dukungan terhadap pemerataan sarana pendidikan di Indonesia,” tutup Nurwulan.
Seperti diketahui, ingga kuartal III-2025, CINT membukukan penjualan bersih sebesar Rp324,29 miliar dengan laba bersih mencapai Rp10,23 miliar. Perolehan laba tersebut tercatat tumbuh 53,06 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari segmen pendidikan dengan penjualan Rp156,67 miliar serta segmen peralatan kantor sebesar Rp161,34 miliar.

