Chandra Asri Siapkan Mitigasi Risiko, Operasional Pabrik Tetap Jalan Meski Selat Hormuz Ditutup

EBuzz – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.

Kondisi ini berpotensi mengganggu rantai pasok global, khususnya industri petrokimia.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi, Suryandi menyampaikan perusahaan telah menyiapkan sistem manajemen pasokan dan perencanaan operasional untuk menghadapi dinamika global tersebut.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam menyikapi potensi gangguan distribusi energi dan logistik di jalur strategis dunia,” kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Danantara dan INA Gelontorkan US$200 Juta di Proyek CA-EDC Milik TPIA

Dia menjelaskan, penyampaian status force majeure yang dilakukan perusahaan merupakan bentuk transparansi kepada investor dan mitra usaha terkait kondisi eksternal di luar kendali perusahaan. Praktik ini lazim dilakukan dalam bisnis global ketika terjadi gangguan besar pada jalur logistik internasional.

Suryandi menegaskan bahwa penetapan force majeure tidak berarti penghentian produksi. Seluruh fasilitas produksi Chandra Asri tetap beroperasi normal, baik di kawasan industri Cilegon maupun fasilitas perusahaan di Singapura.

Penutupan Selat Hormuz memang memicu gangguan logistik di berbagai negara, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut.

Meski demikian, Chandra Asri memastikan aktivitas produksi tetap berjalan berkat kesiapan sistem manajemen risiko yang telah dibangun sebelumnya.

Selain menjaga operasional, perusahaan juga terus memantau perkembangan global dan melakukan penyesuaian tingkat operasional secara fleksibel sesuai kondisi pasokan.

“Koordinasi intensif dengan pelanggan, mitra logistik, dan pemangku kepentingan lainnya juga dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap distribusi produk dan pemenuhan kontrak,” jelas dia.

Dia menambahkan, keberlanjutan industri strategis nasional di tengah tekanan global membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas rantai pasok domestik tetap terjaga.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini