Caplok SGI, Sinergi Network (INET) Ekspansi ke Kabel Bawah Laut

EBuzz – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat dominasi di sektor infrastruktur digital nasional melalui rencana investasi pada PT Sarana Global Indonesia (SGI). Perseroan akan meminta restu dari pemegang saham melalui RUPS untuk memuluskan rencana investasi besar ini.

Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Term Sheet antara INET dan pemegang saham SGI, yang memproyeksikan integrasi bisnis kabel bawah laut (subsea cable) ke dalam ekosistem perseroan setelah sebelumnya sukses mengonsolidasi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).

Direktur Utama INET Muhammad Arif Angga mengatakan, langkah ini dipandang sebagai upaya INET untuk menciptakan sinergi antara kapabilitas sumber daya manusia dari PADA dengan aset teknis strategis yang dimiliki oleh SGI, guna memperluas jangkauan konektivitas antar-pulau di Indonesia.

“SGI sendiri merupakan perusahaan spesialis pembangunan dan pemeliharaan kabel bawah laut yang memiliki rekam jejak dalam Proyek Strategis Nasional, termasuk jaringan Palapa Ring,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Kabel Bawah Laut

Arif mengungkapkan, jika dilihat dari sisi aset, SGI mengoperasikan dua kapal khusus instalasi kabel serat optik dan kabel listrik bawah laut, yakni Pacific Guardian dan Nostag 10. Kehadiran aset kritikal ini memberikan kemandirian operasional yang tinggi bagi entitas tersebut dalam menangani infrastruktur laut yang kompleks.

“SGI menunjukkan performa finansial yang bertumbuh pesat dengan capaian pendapatan mencapai Rp291,06 miliar. Angka tersebut mencerminkan lonjakan drastis dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, SGI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp44,04 miliar, yang mempertegas tingkat efisiensi operasional serta potensi profitabilitas perusahaan di masa depan,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan masuknya SGI ke dalam ekosistem grup, perseroan akan memiliki kontrol penuh atas infrastruktur digital secara end-to-end. Kendali ini mencakup jaringan darat melalui backbone fiber optic dan FTTH, hingga konektivitas bawah laut.

“Integrasi ini diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan jaringan digital nasional untuk mendukung kebutuhan konektivitas tinggi di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI),” tambahnya Arif.

Baca Juga : INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA

Keputusan akhir mengenai investasi ini kini berada di tangan pemegang saham yang akan memberikan suara pada RUPS 19 Mei 2026. Persetujuan tersebut menjadi kunci utama bagi INET dalam merealisasikan visi sebagai penyedia infrastruktur terintegrasi dan mengukuhkan posisinya di pasar digital Indonesia yang kian dinamis.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini