BNI Sekuritas: IHSG Masih Kuat, Tapi Ada Sinyal Bahaya

EBuzz – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Selasa (6/1/2026) setelah ditutup menguat 0,84%, didorong oleh aksi beli investor asing yang mencapai sekitar Rp911 miliar di pasar Indonesia.

Menurut riset harian dari BNI Sekuritas, net buy asing dominan terjadi pada sejumlah saham unggulan seperti RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM. Hal ini menunjukkan minat kuat pelaku global terhadap saham-saham bluechip dan komoditas domestik di tengah momentum kenaikan IHSG.

Menanggapi dinamika tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, CFP menyatakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya didukung oleh kenaikan pasar saham AS dan penguatan harga komoditas seperti nikel komoditas yang berkorelasi kuat dengan pasar Indonesia.

Namun demikian, Fanny mengingatkan bahwa IHSG telah naik selama lima hari berturut-turut, sehingga indeks kini rawan mengalami koreksi teknikal dalam jangka pendek. “Area support IHSG diperkirakan berada di level 8.860–8.900, sementara resistensinya berada di kisaran 8.950–9.000,” ucap Fanny. (7/1).

Saham Pilihan Trading Hari Ini

BNI Sekuritas juga merilis sejumlah saham dengan trading idea hari ini yang layak dicermati oleh investor jangka pendek, antara lain INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR.

INCO Buy dengan area beli di 5550-5600, kemudian DEWA Buy dengan area beli di 800-815, BUVA Buy dengan area beli di 1570-1585, IATA Buy dengan area beli di 168-172, BULL Buy dengan area beli di 505-510, dan SMDR Buy dengan area beli di 424-430.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini