Bisnis Limbah Makin Dominan, TBS Energi (TOBA) Kantongi US$155,4 Juta pada 2025

EBuzz – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencatat Sepanjang 2025, segmen pengelolaan limbah menyumbang pendapatan sebesar US$155,4 juta atau sekitar 41% dari total pendapatan perseroan. Sementara itu, segmen pertambangan dan perdagangan batu bara mencatatkan pendapatan sebesar US$194,6 juta atau setara 51% dari total pendapatan.

Kontribusi batu bara tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 81% dari total pendapatan. Perubahan komposisi ini sejalan dengan strategi perseroan untuk secara bertahap mengurangi eksposur terhadap batu bara.

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, mengatakan bahwa sepanjang 2025, TBS menata ulang portofolio secara menyeluruh sebagai bagian dari langkah strategic repositioning untuk memperkuat fondasi keuangan dan membangun struktur bisnis yang lebih resilien.

Adapun langkah penyesuaian struktur bisnis tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan tiga pilar utama perseroan, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

“Langkah ini dilakukan secara terukur dan proaktif untuk memperkuat kualitas neraca serta mengarahkan portofolio Perseroan ke sektor dengan profil pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil dan potensi valuasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang,” kata Juli dalam Konfrensi Pers di Treasury Tower, SCBD, Jakarta, Senin (9/3/2026). (10/3).

Juli menambahkan, langkah strategis ini menjadi semakin relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang mulai memberikan tekanan hebat pada pasar energi global. TBS memandang diversifikasi bisnis sebagai kunci resiliensi dan mitigasi risiko dalam menghadapi volatilitas pasar energi global.

Baca Juga : TBS Energi (TOBA) Rogoh Kocek US$600 Juta Demi Jadi Perusahaan Energi Hijau

Menurutnya, melalui inovasi seperti skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, TBS tidak hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

“Strategi bisnis kami saat ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk tetap tumbuh, di mana sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik justru menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional,” imbuhnya.

TOBA Catatkan Rugi Bersih

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir Desember 2025, perusahaan mencatat EBITDA disesuaikan sebesar US$47,2 juta pada tahun 2025. Perseroan juga mempertahankan posisi kas yang sehat sebesar US$102,3 juta atau meningkat 15% dibandingkan tahun 2024.

Sedangkan, di tengah tantangan pasar komoditas batu bara, TBS mencatat rugi bersih sebesar US$162 juta pada 2025. Kerugian tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga batu bara global serta kerugian non-kas yang tidak berulang dari divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai US$97 juta.

Pada November 2025, perseroan juga meluncurkan Climate Transition Plan (CTP) yang memuat panduan dekarbonisasi operasional dan portofolio perusahaan.

Selain itu, TBS menyelesaikan divestasi dua unit PLTU yang sebelumnya merepresentasikan sekitar 86% emisi portofolio pembangkit atau sekitar 1,4 juta ton CO₂ per tahun berdasarkan profil emisi 2024.

Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan TBS2030 yang menargetkan pencapaian netral karbon pada tahun 2030.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini