Bidik Bisnis Lifestyle di Bali, SOTS Bakal Suntik Modal ke DGK

EBuzz – PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) mulai membuka babak baru ekspansi bisnis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait rencana investasi bersama PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) pada 13 Januari 2026.

Direktur Utama SOTS, Floreta Tane, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Selasa (13/1/2026), menjelaskan bahwa MoU tersebut berkaitan dengan rencana penyertaan modal SOTS ke dalam PT DGK, yang merupakan pihak terafiliasi. DGK diketahui bergerak di bidang restoran, kafe, bar, serta perdagangan, dengan unit usaha unggulan berupa destinasi komersial Desa Kitsune yang berlokasi di Bali.

Menurut Floreta, sumber pendanaan untuk rencana investasi tersebut akan berasal dari dana hasil Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang akan dilakukan Perseroan.

“Dengan terealisasinya penyertaan modal tersebut, SOTS direncanakan akan menjadi pemegang saham pengendali di PT DGK,” kata Floreta. (14/1).

Floreta menambahkan, Nota Kesepahaman ini menjadi dokumen awal yang berfungsi sebagai kerangka dasar pelaksanaan rencana transaksi. MoU tersebut memuat komitmen umum para pihak, tahapan utama transaksi, serta mekanisme penyelesaian yang seluruhnya masih bergantung pada pemenuhan kondisi prasyarat dan ketentuan lanjutan yang akan dituangkan dalam perjanjian definitif secara terpisah.

“Pada saat keterbukaan informasi ini disampaikan, penandatanganan Nota Kesepahaman belum menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan, mengingat transaksi masih berada pada tahap awal dan tunduk pada syarat-syarat pendahuluan,” ujarnya.

Menurutnya, perseroan akan terus mengedepankan prinsip keterbukaan informasi. Perseroan berkomitmen menyampaikan informasi lanjutan kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila terdapat perkembangan material lebih lanjut terkait rencana transaksi tersebut.

“Langkah ini dinilai sebagai sinyal awal strategi SOTS dalam memperluas portofolio bisnis berbasis gaya hidup dan pariwisata, sekaligus memanfaatkan potensi pertumbuhan sektor hospitality di Bali ke depan,” tutup Floreta.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini