Berencana Buyback Saham, RMK Energy (RMKE) Siapkan Dana Rp200 Miliar

EBuzz – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal mencapai Rp200 miliar. Rencana transaksi buyback Perseroan ini didasari oleh fundamental yang solid dan peluang pertumbuhan yang signifikan sejak beroperasionalnya hauling road secara optimal sejak semester kedua tahun lalu. Rencana buyback ini akan dilakukan selama periode 2 Februari hingga 1 Mei 2026, dengan sumber pendanaan berasal dari kas internal perseroan dan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam keterbukaan informasi, manajemen RMKE menyampaikan bahwa buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia, dengan tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sesuai ketentuan regulator

Langkah korporasi ini muncul di tengah tekanan signifikan pada pergerakan saham RMKE. Meski demikian, sejumlah analis tetap memandang prospek RMKE secara fundamental masih solid. Ajaib Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas kompak menetapkan target harga saham RMKE di level Rp13.000, jauh di atas posisi harga saat ini. Mencerminkan keyakinan terhadap prospek fundamental perseroan di sektor jasa logistik dan penunjang pertambangan batu bara. Aksi buyback dinilai berpotensi menjadi katalis tambahan dalam menopang pergerakan harga saham RMKE ke depan.

Dari sisi fundamental, RMKE mencatatkan kinerja positif sejak beroperasinya fasilitas hauling road. Sepanjang 2025, Perseroan membukukan tambahan volume angkutan baru sebesar 1,5 juta ton melalui jalur tersebut. Volume ini berasal dari kerja sama dengan tiga klien baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME) di Muara Enim.Dengan tambahan tersebut, RMKE berhasil mempertahankan total volume angkutan batubara sepanjang 2025 di level 8 juta ton.

Sementara dari segmen penjualan batubara, Perseroan mencatatkan lonjakan signifikan pada kuartal IV-2025. Volume penjualan meningkat 37,4% secara tahunan (year-on-year) menjadi 1,3 juta ton. Secara kumulatif, total penjualan batubara sepanjang 2025 mencapai 2,4 juta ton, yang mayoritas berasal dari tambang pihak ketiga.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, menyatakan optimisme terhadap prospek kinerja ke depan.

“Kami melihat pertumbuhan yang signifikan pada volume penjualan batubara pada kuartal IV-2025 dengan harga yang jauh lebih baik. Untuk 2026, kami optimistis volume penjualan akan meningkat seiring opsi pembelian batubara di mulut tambang yang telah terhubung langsung dengan jalan hauling road,” ujar Vincent.

Ke depan, RMKE akan fokus memperluas konektivitas hauling road dengan membidik 19 tambang potensial, di mana tiga tambang telah terealisasi pada 2025. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan penambahan 4–5 klien baru, dengan target volume jasa pengangkutan mencapai 12 juta ton dan penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton.

Langkah buyback saham ini pun dinilai menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka menengah RMKE, di tengah ekspansi operasional dan penguatan kinerja fundamental Perseroan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini