EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius untuk menembus jajaran 10 besar bursa dunia dalam lima tahun ke depan. Sasaran strategis tersebut tertuang dalam Masterplan BEI 2026–2030 yang menjadi peta jalan pengembangan pasar modal nasional.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, target tersebut diukur berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi perdagangan. Menurutnya, capaian ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah pasar modal global sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.
“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ujar Iman dalam acara Pembukaan Perdagangan di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (2/12/2025).
BEI Targetkan RNTH Rp15 Triliun

Sebagai langkah awal, BEI menargetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun pada 2026. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan proyeksi kondisi makroekonomi nasional maupun global yang dinilai masih mendukung pertumbuhan pasar modal.
“BEI mengasumsikan nilai RNTH pada tahun 2026 berada di angka Rp15 triliun,” jelasnya.
Iman menegaskan, realisasi Masterplan BEI 2026–2030 membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari emiten, anggota bursa, hingga regulator.
“Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Masterplan BEI 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” pungkasnya.
Tak hanya dari sisi transaksi, BEI juga membidik peningkatan aktivitas pencatatan efek. Pada 2026, BEI menargetkan total 555 pencatatan efek, termasuk 50 perusahaan baru yang melantai melalui initial public offering (IPO). Dari sisi basis investor, BEI menargetkan penambahan 2 juta Single Investor Identification (SID) baru.

