BEI Kantongi Tujuh Calon Emiten Baru, Mayoritas Beraset Jumbo

EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline atau antrean untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari total tersebut sebanyak enam perusahaan merupakan perusahaan beraset skala besar dan satu perusahaan beraset skala menengah.

Menurutnya, kriteria perusahaan beraset skala besar adalah memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara perusahaan beraset skala menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Ketentuan tersebut mengacu pada aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017.

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). (9/3).

BEI : Maret 2026 Belum Ada IPO

Nyoman menambahkan, dari sisi sektor usaha, Nyoman merincikan tiga perusahaan berasal dari sektor keuangan. Selain itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor transportasi dan logistik, sektor barang konsumen primer, sektor energi, serta sektor kesehatan.

Sementara itu, hingga 6 Maret 2026, BEI melaporkan belum terdapat perusahaan yang melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini. “Dengan demikian, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 956 perusahaan per 6 Maret 2026, atau masih sama seperti posisi akhir 2025,” ucapnya.

Selain IPO, BEI juga mencatat aktivitas penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Hingga 6 Maret 2026, terdapat 37 emisi dari 26 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp41,41 triliun.

Baca Juga : IPO Masih Sepi, BEI Catat 8 Emiten Antre Masuk Bursa

“Pada periode yang sama, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline untuk penerbitan selanjutnya,” pungkas Nyoman.

Adapun untuk aksi penambahan modal melalui rights issue, hingga 6 Maret 2026 terdapat tiga perusahaan yang telah melaksanakan rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun. Selain itu, terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang berada dalam antrean untuk melaksanakan aksi rights issue.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini