EBuzz – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai bagian dari program remunerasi bagi manajemen dan karyawan.
Direktur NISP, Hartati menyampaikan perseroan menyiapkan dana maksimal Rp1 miliar untuk buyback saham. Dana tersebut sudah termasuk komisi perantara pedagang efek serta biaya lain yang terkait.
“Seluruh dana berasal dari dana internal perseroan, bukan dari hasil penawaran umum maupun dari pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).
Jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai 0,002 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, atau sekitar 438.000 lembar saham.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban pemberian remunerasi variabel atas kinerja tahun 2025, sekaligus menyesuaikan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dalam POJK Nomor 45/POJK.03/2015.
Baca juga: Komisaris Utama Semen Baturaja Ajukan Pengunduran Diri
Dia menegaskan bahwa rencana buyback ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha perseroan. Hal tersebut karena NISP dinilai memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai transaksi tersebut tanpa mengganggu operasional bank.
Hartati menambahkan, pelaksanaan buyback saham direncanakan berlangsung paling lama 12 bulan, terhitung sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 9 April 2026.

