Bank BCA (BBCA) Bukukan Kredit Rp993 Triliun di 2025, Tahun Ini Naik 10%

EBuzz – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak membukukan pertumbuhan total kredit sebesar 7,7% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi kepada nasabah atas kepercayaan yang diberikan sepanjang 2025. Ia menyebut dukungan pemerintah dan otoritas turut membantu BCA mencatatkan kinerja positif.

“Penyaluran kredit BCA tersebar ke berbagai sektor, antara lain manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, serta rumah tangga. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 13,1% YoY menjadi Rp1.045 triliun,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026). (28/1).

Hendra menambahkan, pada segmen usaha, kredit yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara pembiayaan konsumer tercatat sebesar Rp224,1 triliun, didukung kredit pemilikan rumah (KPR) Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp56,6 triliun.

“Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun. BCA juga mulai mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025,” tegas Hendra Lembong.

Menurutnya, kualitas kredit BCA tetap terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik menjadi 4,8% dari 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 1,7%, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%.

Adapun kredit ke sektor berkelanjutan meningkat 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan. Pembiayaan Energi Baru Terbarukan tercatat meningkat dua kali lipat secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun, sementara kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun.

Target Penyaluran Kredit di 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merevisi naik target pertumbuhan kredit pada 2026 menjadi hingga 10%, seiring outlook yang lebih positif terhadap perkembangan bisnis tahun ini.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyampaikan, keputusan tersebut tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, setelah Perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,7% sepanjang 2025.

“Kita upgrade guidance kita untuk pertumbuhan kredit menjadi sampai 10%. Kita lebih positif melihat perkembangan tahun ini, mudah-mudahan pertumbuhan kredit ini bisa lebih cepat dibanding tahun lalu, mulai dari kuartal I dan seterusnya,” ujar Vera.

Meski meningkatkan target penyaluran kredit, manajemen memperkirakan adanya tekanan pada net interest margin (NIM) pada tahun ini, sebagai dampak lanjutan dari penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia.

“Sehingga guidance kita untuk NIM di tahun ini di kisaran 5,4% sampai 5,6%. Jadi menurun NIM-nya, memang kita ekspektasi dampaknya akan lebih terasa tahun ini,” ungkapnya.

Portofolio Kredit BCA. Nasabah melakukan transaksi di KCU Bank BCA Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (12/10/2021). Dari total portofolio kredit BCA, sekitar 23,0% atau Rp136,2 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dan mengalami pertumbuhan sebesar 19,1% year-on-year (yoy) per semester I/2021. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dari sisi kualitas aset, BCA menargetkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap terjaga pada level yang relatif stabil. Perseroan mematok NPL di kisaran 1,8% hingga 2%.

“NPL kita akan jaga di kisaran tidak jauh berbeda dengan saat ini, di kisaran 1,8 sampai 2%,” kata Vera.

Proyeksi tersebut menjadi bagian dari strategi BCA dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, serta manajemen risiko sepanjang 2026.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini