Aksi Korporasi Jadi Katalis, Saham Indospring (INDS) Melejit Ratusan Persen

EBuzz – PT Indospring Tbk (INDS), emiten produsen suku cadang otomotif, kian menunjukkan agresivitas strateginya dalam memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional. Serangkaian aksi korporasi yang dijalankan Perseroan dalam beberapa bulan terakhir sukses menarik perhatian pasar.

Penguatan saham INDS yang terjadi dalam waktu relatif singkat memicu spekulasi pasar akan adanya lanjutan aksi korporasi, mulai dari right issue, akuisisi, hingga potensi backdoor listing. Sentimen tersebut kian mempertebal optimisme investor terhadap prospek jangka menengah hingga panjang Perseroan.

Diketahui, pada Desember 2025, INDS mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anaknya, PT Indobaja Primamurni (IBPM), yang dimiliki 96,50%. Dalam transaksi tersebut, IBPM menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada Perseroan dengan nilai total Rp3,02 miliar, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Manajemen menilai transaksi ini sebagai langkah optimalisasi aset yang bertujuan menunjang kelancaran operasional sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi Perseroan ke depan.

Seiring dengan berbagai aksi tersebut, kinerja saham INDS melesat tajam. Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026), saham INDS mencatatkan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25%. Secara bulanan, saham ini telah melonjak 147,77%, sementara secara year to date (ytd) menguat 145,58%.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergerakan saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh transaksi penjualan atau pembelian aset. Menurutnya, pasar juga tengah mengantisipasi potensi pembagian dividen serta re-rating valuasi Perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor dengan strategi trading jangka pendek, mengingat pada semester pertama 2026 akan terdapat sejumlah sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, pembagian dividen, hingga pemulihan sektor otomotif,” ujar Wafi, Rabu (14/1/2026). (15/1).

Optimisme pasar juga ditopang oleh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indospring Tbk yang diselenggarakan pada 23 Juni 2025. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, di antaranya pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52.499.976.800 atau setara Rp8 per saham yang dijadwalkan dibayarkan pada Jumat, 25 Juli 2025.

Selain itu, Perseroan menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib, serta membukukan sisa laba bersih sebesar Rp15.599.075.455 sebagai saldo laba.

Ke depan, manajemen PT Indospring Tbk menegaskan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini