EBuzz – Raksasa komoditas global, Glencore plc, tercatat melakukan pengurangan kepemilikan saham secara signifikan pada emiten pertambangan nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Aksi ini berlangsung melalui serangkaian penjualan saham yang dilakukan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Glencore plc melepas saham NCKL dengan status kepemilikan tidak langsung melalui entitasnya, Glencore International Investments Ltd. Secara akumulatif, jumlah saham yang dilepas dalam periode tersebut mencapai 204.970.100 unit saham, seluruhnya dikategorikan sebagai transaksi penjualan saham biasa.
Aksi divestasi dimulai pada 29 Desember 2025, ketika Glencore menjual 3.281.900 saham dengan harga pelaksanaan Rp1.129 per lembar. Sehari berselang, sebanyak 5.000.000 saham kembali dilepas ke pasar di harga Rp1.137. Memasuki awal tahun 2026, tepatnya pada 2 Januari, Glencore melanjutkan aksi jual dengan melepas 10.000.000 lembar saham pada harga Rp1.167.
![]()
Tekanan jual memuncak pada 6 dan 7 Januari 2026. Pada dua hari tersebut, Glencore masing-masing melepas 64.237.600 dan 122.450.600 lembar saham NCKL. Harga pelaksanaan tertinggi dalam rangkaian transaksi ini tercatat sebesar Rp1.414 per saham, yang terjadi pada penjualan tanggal 7 Januari 2026.
Akibat dari rangkaian aksi jual masif tersebut, porsi kepemilikan dan hak suara Glencore plc di NCKL mengalami penurunan. Sebelum transaksi dimulai, Glencore menguasai 4.534.708.000 unit saham atau setara dengan 7,20% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Pasca transaksi, kepemilikan saham Glencore plc menyusut menjadi 4.329.737.900 unit saham, sehingga persentase kepemilikan dan hak suara turun menjadi 6,87%.
Aksi pengurangan porsi kepemilikan oleh investor global ini menjadi sorotan pelaku pasar, seiring dengan dinamika harga saham NCKL dan perkembangan sektor nikel yang tengah menjadi perhatian investor domestik maupun global.

