Laba Bersih AVIA Melesat 20,7% di Semester I 2026

EBuzz – Emiten cat milik konglomerat keluarga Tanoko, PT Avia Avian Tbk (AVIA), membukukan penjualan sebesar Rp 4,59 triliun sepanjang Semester I 2026. Capaian ini tumbuh 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan permintaan yang tetap kuat di tengah tekanan biaya industri.

Dua Segmen Usaha Kompak Tumbuh

Kinerja penjualan AVIA ditopang oleh pertumbuhan solid dari dua lini usaha utama. Segmen Solusi Arsitektur tumbuh 18,8%, sementara segmen Barang Dagangan meningkat 15,8%. Volume penjualan Solusi Arsitektur turut naik 8,6%, menandakan pertumbuhan yang didukung oleh kenaikan volume, bukan semata-mata kenaikan harga jual.

Penjualan konsolidasi perseroan melonjak lebih tinggi, meningkat 19,7% menjadi Rp 2,23 triliun.

Laba Bersih Tumbuh Dua Digit

Presiden Direktur AVIA Wijono Tanoko menegaskan bahwa perseroan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada semester pertama tahun ini. Ia menyoroti pertumbuhan laba bersih yang melampaui 20% di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi industri cat nasional.

“Kami bersyukur dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada semester pertama tahun ini. Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi industri, Avian Brands mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas 20%, menjaga profitabilitas tetap sehat,” ujar Wijono, Selasa (18/8/2026).

Perseroan Sesuaikan Harga Dua Kali

AVIA menerapkan dua kali penyesuaian harga jual selama Semester I 2026 sebagai respons terhadap kenaikan biaya bahan baku dan volatilitas nilai tukar. Perseroan juga memperkuat strategi pengadaan bahan baku, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempererat kemitraan jangka panjang dengan pemasok untuk menjaga stabilitas pasokan serta kualitas produk.

Margin Laba Bersih Terjaga di 20,4%

Strategi tersebut memungkinkan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan biaya. AVIA membukukan laba bersih sebesar Rp 938 miliar hingga akhir Semester I 2026, tumbuh 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menjaga marjin laba bersih tetap stabil di level 20,4%.

Jaringan Distribusi Terus Diperluas

Ekspansi jaringan distribusi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perseroan. AVIA telah mengoperasikan 132 pusat distribusi hingga akhir Semester I 2026, didukung oleh 16 mini distribution center dan 36 distribution center milik pihak ketiga yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga Freeport Gelontorkan Rp 72 Triliun untuk Tambang Kucing Liar

Strategi Semester II Fokus pada Efisiensi

Memasuki Semester II 2026, AVIA berencana memperluas jangkauan pasar, memperkuat jaringan distribusi, serta meningkatkan efisiensi operasional. Perseroan menargetkan langkah ini mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan hingga akhir tahun.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini