Laba Terbang 1.414%, Emiten Eksportir Udang (ISEA) Absen Bagikan Dividen

EBuzz – Emiten pengolahan dan ekspor produk perikanan, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA), membukukan lonjakan kinerja signifikan sepanjang Tahun Buku 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,27 miliar, atau melesat 1.414% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp348 juta.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh performa top-line perseroan. Pendapatan ISEA terkerek lebih dari 70% secara tahunan (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp564,2 miliar, dari posisi sebelumnya senilai Rp322,6 miliar.

Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra, menjelaskan bahwa ekspansi kinerja ini didorong oleh kuatnya permintaan di pasar global. Sepanjang 2025, volume ekspor produk perseroan ke Amerika Serikat (AS) naik menjadi Rp406 miliar, sementara pengiriman ke pasar Jepang tercatat sebesar Rp156 miliar.

“Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menunjukkan bahwa perseroan berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan fundamental keuangan sebagai fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang,” ujar Ibnu dalam paparan publik (public expose) di Jakarta, Senin (8/6/2026). (9/6).

Meski mencatatkan pertumbuhan laba hingga ribuan persen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ISEA memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dari laba bersih Tahun Buku 2025.

Kebijakan Dividen

Ibnu menegaskan, seluruh perolehan laba bersih akan ditahan guna mempertebal struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi perseroan. Kendati demikian, manajemen berkomentar akan mengupayakan pembagian dividen pada tahun depan apabila kinerja keuangan Tahun Buku 2026 mencatatkan profitabilitas yang lebih baik.

“Dan untuk dividen 2025 kita sesuai dengan RUPS tadi untuk 2025 kita tidak membagikan dividen. Kalau dikeluarkan, mungkin tahun 2026 jika net profit lebih bagus dari tahun ini kami usahakan untuk membagikan dividen,” katanya.

Emiten dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri seafood ini mengandalkan model bisnis terintegrasi. Komponen operasional perseroan mencakup pengadaan bahan baku, pengolahan, fasilitas cold storage, hingga jalur distribusi ekspor. Strategi integrasi ini diterapkan guna mengontrol konsistensi kualitas, efisiensi biaya operasional, serta memitigasi risiko rantai pasok.

Baca Juga : Danantara Pastikan DSI Bukan Calo Ekspor Komoditas

Dari sisi neraca keuangan, total aset ISEA per 31 Desember 2025 mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp439,9 miiliar. Pertumbuhan aset ini diimbangi oleh posisi liabilitas yang diklaim tetap terkendali, sementara ekuitas perseroan merangkak naik ke posisi Rp184,6 miliar pada akhir tahun lalu.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini