EBuzz – Emiten perdagangan multisektor, PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) mencatat penurunan pendapatan sebesar 72,74% secara tahunan (YoY) menjadi Rp50,61 miliar, dari periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp185,65 miliar.
Penurunan pendapatan disertai tingginya beban keuangan senilai Rp108,20 miliar mengakibatkan perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp108,11 miliar. Posisi tersebut turut menempatkan total defisiensi ekuitas GLOB di level Rp1.203,25 miliar.

Direktur GLOB, Djoko Harijanto, mengungkapkan bahwa, sepanjang tahun 2025 perseroan menghadapi tantangan pasar yang cukup berat. Tingkat kompetisi yang ketat, dinamika pasar yang fluktuatif, serta penipisan margin pada segmen perdagangan telepon seluler menjadi faktor utama yang menekan perolehan top-line perusahaan.
Guna memperbaiki struktur keuangan, manajemen GLOB meluncurkan strategi peralihan orientasi bisnis (business pivot) dengan merambah ke sektor ekonomi hijau. Emiten kini mengandalkan pilar bisnis pengelolaan sampah mandiri melalui Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) serta perdagangan pupuk organik.
“Tahun ini merupakan tahun perubahan, di mana TOSS diharapkan dapat menjadi salah satu pilar pendapatan baru perseroan. Ke depannya, kontribusi TOSS beserta ekosistemnya diharapkan mendukung performa EBITDA kita,” jelas Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).
Penguatan Segmen Lifestyle

Menurut Djoko, saat ini, proyek percontohan untuk program TOSS dilaporkan telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dan direncanakan untuk memperluas skala operasionalnya ke depan.
Di samping lini ekonomi hijau, GLOB tetap mempertahankan lini bisnis gaya hidup (lifestyle) yang dinilai masih potensial. “Segmen perdagangan mesin kopi espresso untuk segmen rumah tangga dan perkantoran, yang berkontribusi sebesar 41,85% terhadap total pendapatan disepanjang 2025, akan terus diperkuat seiring tren pertumbuhan pasar di segmen menengah,” katanya.
Selain itu, perseroan mengonfirmasi tengah menjajaki peluang akses sumber pendanaan baru atau investor strategis guna menyokong ekspansi bisnis hijau, sembari melanjutkan pemenuhan kewajiban pembayaran cicilan secara rutin kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk disesuaikan dengan kapasitas finansial perusahaan.

