EBuzz – Emiten teknologi dan infrastruktur digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berhasil meraup pendapatan sebesar Rp783,56 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut melonjak tajam 238,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp231,56 miliar.
Pertumbuhan eksplosif ini dipicu oleh perubahan struktur pendapatan, di mana segmen Fiber to the Home (FTTH) kini menjadi tulang punggung baru dengan kontribusi Rp435,70 miliar atau setara 55,6% dari total pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, segmen lain juga menunjukkan tren positif diantaranya yakni, segmen bandwidth mencatatkan kenaikan 27,26% menjadi Rp141,21 miliar, kemudian, segmen perdagangan besar memberikan kontribusi sebesar Rp124,76 miliar ke pendapatan perusahaan.

Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, menjelaskan bahwa hasil ini memposisikan perusahaan pada jalur ekspansi yang tepat. Menurutnya, hingga akhir Maret 2026, perseroan menunjukkan struktur permodalan yang dinamis seiring ekspansi infrastruktur.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini secara langsung memperkuat ekuitas perseroan melalui akumulasi saldo laba, sembari tetap menjaga efisiensi di tengah ekspansi jaringan FTTH dan perdagangan besar.
“Dengan performa ini, WIFI diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, didukung oleh penetrasi jaringan internet yang semakin meluas ke segmen rumah tangga,” tegas Yunedalam penjelasannya, Minggu (3/5/2026). (4/5).
Yune menambahkan, sejalan dengan top line yang perkasa, Laba Bruto perseroan terkerek naik 152,04% menjadi Rp439,24 miliar. Laba Usaha juga tampil tangguh dengan kenaikan 158,85% mencapai Rp356,12 miliar dibandingkan Rp137,57 miliar pada periode tahun lalu.
Baca Juga : RUPS WIFI Setujui Perubahan Penggunaan Dana PMHMETD untuk Akselerasi Proyek IRA – Internet Rakyat
Pada sisi bottom line, WIFI membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp164,50 miliar, tumbuh 99,21% secara YoY dari Rp82,57 miliar.
“Pada periode ini, perseroan mulai membukukan beban amortisasi biaya lisensi Fixed Wireless Access (FWA) sebesar Rp111 miliar. Tanpa beban amortisasi non-kas tersebut, laba bersih sejatinya bisa menembus Rp275,50 miliar,” tegasnya.

