Danantara Targetkan Investasi US$14 Miliar di 2026, Simak Rincian Asetnya

EBuzz – Danantara Indonesia berencana untuk terus meningkatkan investasinya di kawasan Timur Tengah meskipun di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan perang di Iran. Selain ekspansi wilayah, lembaga ini juga akan mengalokasikan lebih banyak dana tahun ini untuk sektor keamanan energi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa pihaknya melihat peluang besar di Arab Saudi, terutama setelah dibukanya akses investasi bagi pihak luar.

“Kami akan terus berinvestasi di Timur Tengah, terutama di Mekah karena sungguh luar biasa mereka telah membuka Arab Saudi bagi kami untuk berinvestasi. Jadi kami akan meningkatkan upaya tersebut. Karena saya pikir dalam jangka panjang, Mekah akan selalu menjadi Mekah, akan selalu menjadi investasi yang sangat baik,” ujar Pandu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026). (16/4).

Baca Juga : Bursa Calon Direksi BEI Memanas, Bos Danantara : Harus Market Friendly

Untuk tahun 2026, Pandu mengungkapkan rencana investasi yang lebih masif. Menurutnya, ditengah kondisi geopolitik yang terjadi saat ini terdapat kemungkinan akan ada kecenderungan terhadap keamanan energi.

“Ada juga kecenderungan terhadap mineral-mineral penting,” katanya.

Investasi Danantara

Ia menambahkan bahwa, peningkatan pasokan energi sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) serta infrastruktur digital. Secara keseluruhan, Danantara berencana menginvestasikan sekitar US$14 miliar pada tahun 2026 di berbagai kelas aset.

Terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, Pandu menilai dampaknya tidak akan hilang dalam waktu singkat meskipun gencatan senjata tercapai.

“Dampaknya, bahkan jika kita mengakhiri perang minggu ini atau minggu depan, Anda masih akan merasakannya selama sembilan atau 12 bulan ke depan,” ucap Pandu.

Selain Timur Tengah, Danantara juga memperkuat kemitraan dengan SWF global lainnya, termasuk China Investment Corp (CIC). Kerja sama ini bertujuan membawa modal kemitraan untuk berinvestasi pada manajer dana yang dapat menguntungkan Indonesia.
“Kami berkomitmen masing-masing setengah miliar modal,” ungkapnya.

Baca Juga : Dukung Program 3 Juta Rumah, Danantara dan Kementerian PKP Bahas Skema Hunian MBR

Dirinya menyebutkan, Danantara memiliki kesepakatan serupa dengan Otoritas Investasi Qatar di bidang properti di Indonesia. Sementara terkait kerja sama dengan Dana Investasi Langsung Rusia yang telah diwacanakan sejak Juni lalu, Ia mengakui masih diperlukan tindak lanjut nyata, terlebih setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow untuk membahas keamanan energi dengan Vladimir Putin.

“Dengan tatanan dunia baru ini, saya pikir hal itu juga mengubah dinamika dengan Rusia. Ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dan kita hanya perlu lebih banyak kesepakatan yang terjadi,” pungkas Pandu.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini