EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi meluncurkan Loan Factory sebagai upaya untuk mempercepat durasi proses, meningkatkan kapasitas penyaluran, dan menjaga kualitas portofolio kredit.
Pembangunan unit ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan guna mengubah model bisnis kredit BTN yang sebelumnya bersifat desentralisasi di kantor cabang menjadi terintegrasi dan berbasis proses, sehingga memungkinkan penyaluran kredit yang lebih konsisten dan scalable di seluruh jaringan nasional.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa Loan Factory merupakan kelanjutan dari roadmaptransformasi yang telah diinisiasi sejak tahun 2019. Hal ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk mengelola volume pengajuan kredit yang masif dengan standar operasional yang seragam.
“BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,” ujar Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya di Bekasi, Senin (13/4/2026). (14/4).
Nixon menekankan bahwa, standardisasi merupakan kunci utama bagi bank spesialis perumahan ini untuk memastikan kualitas layanan dan produk tetap ajek di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, sebuah korporasi besar memerlukan kesamaan parameter dalam setiap tahapan kerja.
“Kalau mau jadi perusahaan besar, prosesnya harus sama. Syaratnya sama, cara kerjanya sama, hasilnya juga harus konsisten,” tegasnya.
Loan Factory Jadi Integrasi Sistem

Menurutnya, kehadiran Loan Factory kini mengintegrasikan seluruh lini tersebut dalam satu model terpusat, mulai dari tahap input data, verifikasi, analisa, hingga persetujuan dan pencairan. Struktur ini memungkinkan terjadinya spesialisasi fungsi di tiap tahapan agar lebih akurat dan efisien.
“Saat ini, Loan Factory BTN juga telah mengimplementasikan decision engine pada proses credit scoring,” sambung Nixon.
Lebih lanjut Nixon menambahkan, teknologi ini digunakan untuk mempercepat fase analisa sekaligus memperkuat kualitas keputusan dan tata kelola yang konsisten. Dengan integrasi teknologi ini, BTN menargetkan pemangkasan waktu proses kredit dari semula sekitar 6 hari kerja menjadi jauh lebih singkat.
“Kalau hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Tapi kalau kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup. Target kita jelas, pertumbuhan harus meningkat, tapi kualitas juga harus tetap terjaga. Itu yang sedang kita bangun melalui Loan Factory ini,” tambahnya.
Baca Juga : Dukung Program MBG, BTN Perluas Penetrasi Pembiayaan ke Sektor UMKM
Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, mengungkapkan bahwa skema ini menjawab tantangan inefisiensi yang kerap muncul pada model kerja yang tersebar. Menurutnya, integrasi ini memperkuat end-to-end journey layanan kredit mulai dari awal hingga pengelolaan dokumen pasca-pencairan.
“Dengan Loan Factory, proses yang sebelumnya tersebar dan saling silang antar unit kerja kini menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi. Ini membuat proses menjadi lebih efisien, mudah dimonitor, serta meningkatkan kualitas tata kelola dokumen dan underwriting,” kata I Nyoman Sugiri.
Sementara itu, Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyoroti aspek mitigasi risiko melalui pendekatan teknologi. Perubahan dari desentralisasi ke regionalisasi, hingga kini menjadi pusat berbasis proses, memastikan bank memperoleh economic of scale tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
“Dari proses yang sebelumnya terdesentralisasi, kemudian regionalisasi, hingga kini menjadi terpusat berbasis proses, kami memastikan kualitas proses terus meningkat dengan standar yang lebih konsisten. Dengan pendekatan ini, kami mendorong proses yang lebih akurat, efektif, dan cepat, sekaligus memperkuat pengendalian untuk meminimalkan risiko,” jelasnya.

Ke depan, BTN berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas digital melalui pemanfaatan otomasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam verifikasi dan analisa data.
Baca Juga : Realisasi KPR Tembus 6 Juta Unit, BTN Pertegas Dominasi di Sektor Hunian Nasional
Transformasi Loan Factory diposisikan sebagai fondasi operasional krusial untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan nasional yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

