EBuzz – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui entitas anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), melaporkan pencapaian signifikan dalam proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang berlokasi di Cilegon, Banten.
Memasuki periode April 2026, pengerjaan fasilitas strategis tersebut secara resmi telah menyentuh angka 50%. Dengan capaian ini, proyek infrastruktur kimia berskala besar tersebut kini berada pada fase puncak konstruksi (peak progress phase) guna mengejar target operasional yang telah ditetapkan.

GM of Corporate Communications TPIA Chrysanthi Tarigan mengatakan, keberadaan proyek ini merupakan pilar krusial dalam memperkokoh struktur industri kimia di tanah air. Pembangunan fasilitas CA-EDC ini dirancang untuk menciptakan ekosistem industri domestik yang lebih mandiri dan memiliki resiliensi tinggi terhadap dinamika pasar global.
“Melalui peningkatan kapasitas produksi bahan kimia dasar di dalam negeri, Chandra Asri Group memproyeksikan adanya pengurangan ketergantungan terhadap komoditas impor secara signifikan di masa depan,” kata Chrysanthi dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).
Dirinya menjelaskan bahwa proyek ini memiliki peran strategis dalam menekan impor caustic soda dan ethylene dichloride (EDC), dua bahan baku utama yang sangat dibutuhkan berbagai sektor industri nasional, mulai dari manufaktur, pengolahan air, tekstil, hingga industri kimia turunan lainnya.
“Langkah strategis ini disebut sejalan dengan agenda hilirisasi industri yang diprioritaskan pemerintah dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi nasional jangka panjang,” jelasnya.
Impor EDC

Menurut Chrysanthi, proyek pabrik CA-EDC ini merupakan bagian dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$800 juta. Sebelumnya, kepastian pendanaan dan dukungan untuk proyek ini telah diperkuat melalui penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) yang melibatkan sinergi antara Chandra Asri Group, Danantara Indonesia, dan Indonesia Investment Authority (INA).
“Selain dari sisi penguatan industri, pembangunan ini memberikan dampak multiplikasi (multiplier effect) secara ekonomi, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Tercatat, selama fase konstruksi berlangsung, proyek ini telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja,” pungkas Chrysanthi.
Baca Juga : Pecahkan Rekor, TPIA Cetak Laba US$205 Juta di Kuartal I-2026
Ke depannya, setelah fasilitas ini beroperasi secara penuh, perseroan memproyeksikan akan tercipta sekitar 250 lapangan kerja baru secara permanen untuk mendukung operasional pabrik. Selain itu, dengan progres konstruksi yang kini telah melampaui separuh jalan, Chandra Asri menyatakan optimisme bahwa proyek CA-EDC akan rampung tepat waktu.

Fasilitas ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat kemandirian industri kimia nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia yang berbasis pada ketersediaan bahan baku domestik.

