EBuzz – Kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia yang beragam kerap menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur yang kuat dan tahan lama. Setiap wilayah memiliki karakteristik tanah yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan konstruksi yang tepat agar proyek infrastruktur dapat berdiri dengan stabil.
Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjalin kerja sama bisnis soil stabilization atau stabilisasi tanah dengan perusahaan bahan bangunan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan kemitraan yang telah terjalin antara SIG dan Taiheiyo Cement Corporation. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis di sektor bahan bangunan.
“SIG memahami kebutuhan pembangunan pelanggan yang berbeda-beda, termasuk penanganan kondisi pra konstruksi untuk memastikan ketahanan bangunan atau jalan dalam jangka panjang,” kata Indrieffouny dalam keterangan tertulisnya. (10/3).
Lebih lanjut ia menambahkan, melalui kerja sama ini, SIG berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan bahan bangunan di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
“Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam bisnis soil stabilization sekaligus menjadi langkah strategis ekspansi bisnis SIG untuk menciptakan peluang pasar,” katanya.
Ruang Lingkup Kerjasama SIG dan Taiheiyo Cement

Menurut Indrieffouny, kerja sama antara SIG dan Taiheiyo Cement Corporation mencakup berbagai tahapan pengembangan bisnis, mulai dari pengembangan produk, proses produksi, hingga kegiatan pemasaran dan penjualan. Di mana dalam pelaksanaannya, kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah entitas bisnis dari kedua perusahaan.
“Sinergi dari berbagai perusahaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan produksi sekaligus memperluas distribusi produk stabilisasi tanah di Indonesia,” pungkas Indrieffouny.
Seperti diketahui, Soil stabilization merupakan material yang dirancang untuk memperkuat dan memadatkan berbagai jenis tanah lunak yang sering menjadi kendala dalam proses pembangunan infrastruktur.
Jenis tanah yang dapat ditangani dengan teknologi stabilisasi tanah ini antara lain tanah ekspansif, tanah gambut, tanah dengan kandungan organisme tinggi, tanah liat laut, hingga tanah liat serpihan.
Baca Juga : SIG Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Percepat Pembangunan Hunian Korban Banjir di Padang
“Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah sehingga dapat menopang konstruksi bangunan maupun infrastruktur secara lebih stabil dan tahan lama,” tutupnya.

Penandatanganan Perjanjian Bisnis Soil Stabilization antara SIG dan Taiheiyo Cement Corporation dilakukan pada Januari 2026 di kantor Taiheiyo Cement Corporation yang berlokasi di Tokyo, Jepang.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Rizki Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama PT Mitra Kiara Indonesia Mirza Whibowo Soenarto, President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation Yoshifumi Taura, serta Direktur Utama PT Taiheiyo International Indonesia Makoto Nakano.
