Kaji Ulang FCA, BEI Ungkap Mekanisme Perdagangan Saham Bakal Berubah

EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal kuat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Full Call Auction (FCA) sebagai bagian dari agenda besar reformasi pasar modal yang ditargetkan berjalan pada 2026.

Langkah ini membuka peluang perubahan signifikan pada mekanisme perdagangan saham bermasalah likuiditas.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan seluruh ketentuan FCA tengah dikaji ulang untuk mengukur relevansinya di tengah meningkatnya transparansi pasar dan perubahan struktur kepemilikan saham.

“Semua kebijakan kami review secara periodik, termasuk FCA. Kami melihat ada ruang untuk penyempurnaan atau perbaikan,” ujar Jeffrey usai konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (23/2).

BEI menilai lonjakan transparansi data, mulai dari granularitas kepemilikan saham hingga pembenahan aturan free float, berpotensi mengurangi urgensi sebagian kriteria yang selama ini menjadi dasar penempatan emiten di papan pemantauan khusus.

“Dengan transparansi yang lebih tinggi, dampaknya signifikan. Perlu dilihat kembali apakah sebagian atau seluruh kriteria papan pemantauan khusus itu masih relevan,” katanya.

Opsi Mekanisme Perdagangan di Bursa

Lebih lanjut Jeffrey menambahkan, BEI juga membuka opsi perubahan mekanisme perdagangan saham FCA, termasuk kemungkinan mengakhiri sistem auction dan mengembalikannya ke skema continuous trading.

“Apakah tetap auction atau kembali ke continuous trading? Sangat mungkin. Intinya, FCA sedang direview dan prosesnya berjalan,” imbuh Jeffrey.

Menurutnya, arah kebijakan ke depan disebut lebih condong pada penyederhanaan aturan, bukan pengetatan. Jeffrey memastikan kecil kemungkinan ada penambahan kriteria baru dalam revisi FCA.

“Most likely pengurangan, tidak akan ada penambahan,” ujarnya.

Meski demikian, BEI belum mengungkapkan detail final terkait format perdagangan yang akan dipilih. Seluruh skema masih dalam pembahasan internal dan akan diumumkan setelah proses evaluasi rampung.

Sementara itu, BEI menargetkan review FCA dipercepat pada kuartal II 2026, setelah penyelesaian agenda penguatan regulasi serta diskusi teknis dengan penyedia indeks global seperti FTSE Russell dan MSCI Inc..

“Saat ini fokus kami masih pada pengembangan yang terkait FTSE dan MSCI. Setelah itu, review FCA akan kami kebut,” kata Jeffrey.

BEI menegaskan seluruh langkah reformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas perdagangan, kualitas likuiditas, serta memperkuat perlindungan investor di pasar modal Indonesia.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini