EBuzz – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi mengumumkan langkah strategis dalam proses transformasi bisnisnya menjadi perusahaan investasi.
Perseroan telah menyetorkan uang muka sebesar Rp11,5 miliar kepada PT Trimata Coal Perkasa (TCP) sebagai bagian dari rencana akuisisi 45% saham perusahaan tambang batubara tersebut.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 20 Februari 2026, Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S menjelaskan bahwa pembayaran uang muka dilakukan pada 12 Februari 2026.
Dia menyebutkan, sebelumnya pemegang saham pengendali juga telah menyetorkan uang muka sebesar Rp500 juta.
Baca juga: CTRA Klarifikasi Kebakaran Mal Ciputra Cibubur, Tegaskan Bukan Bagian dari Grup Usaha
“Dengan demikian, total dana yang telah dibayarkan kepada TCP mencapai Rp12 miliar,” ungkap dia dalam keterangan resminya.
Dia menegaskan, seluruh pembayaran tersebut akan diperhitungkan sebagai pengurang nilai akuisisi final. Nilai akhir transaksi nantinya akan ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi ini menjadi bagian dari transformasi bisnis MEJA sejak terjadinya pergantian pemegang saham pengendali pada kuartal IV 2025. Ke depan, perseroan menargetkan pengembangan portofolio investasi di sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang, termasuk pertambangan batubara.
Sebagai target akuisisi, TCP diketahui menguasai konsesi tambang seluas sekitar 11.640 hektare di Sumatera Selatan.
Berdasarkan laporan JORC, area tersebut memiliki estimasi sumber daya batubara yang dapat ditambang (mineable coal resources) sebesar 693,7 juta ton, sehingga berpotensi mendukung operasi tambang terbuka (open pit) dalam jangka panjang.
Untuk melindungi kepentingan pemegang saham, MEJA telah memperoleh jaminan dari pihak TCP dan pemegang saham pengendalinya.
Jaminan tersebut menyatakan bahwa seluruh dana uang muka yang telah dibayarkan akan dikembalikan sepenuhnya kepada MEJA apabila rencana akuisisi tidak terealisasi di kemudian hari.

