EBuzz – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) memberikan penjelasan resmi terkait volatilitas perdagangan saham perseroan yang terjadi baru-baru ini.
Menanggapi permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menegaskan tidak ada informasi material baru yang belum disampaikan kepada publik.
Sekretaris Perusahaan JSPT, Asan Effendy menjelaskan, pada perdagangan 12 Februari 2026, harga saham JSPT bergerak di kisaran Rp2.440 hingga Rp2.770 per saham.
Berdasarkan pemantauan internal, fluktuasi tersebut murni terjadi akibat aktivitas jual beli investor melalui berbagai perusahaan sekuritas.
“Dari hasil pemantauan Daftar Pemegang Saham, tidak terdapat perubahan kepemilikan oleh pemegang saham dengan porsi 5 persen atau lebih, maupun oleh Direksi dan Komisaris,” ujar Asan dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Kemenperin Perkuat Standar Halal Layanan Gizi, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Meski tidak ada informasi baru yang bersifat mendadak, dia kembali mengingatkan rencana ekspansi ke Phuket, Thailand yang telah diumumkan sejak Desember 2025.
Melalui anak usaha, PT Wynncor Bali, JSPT berencana membentuk joint venture dengan pengembang lokal Thailand dengan kepemilikan saham 50 persen.
Proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini, meski saat ini masih berada pada tahap pembahasan dan penyusunan detail. Perseroan menyatakan akan mengumumkan perkembangan selanjutnya sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
Dia juga menegaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan, JSPT tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham perseroan di bursa. Selain itu, pemegang saham utama juga tidak memiliki rencana untuk mengubah komposisi kepemilikan saham dalam waktu dekat.

