EBuzz – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam US Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society.

Dalam paparannya, Presiden menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi dan politik nasional, kepastian hukum (rule of law), serta agenda pemberantasan korupsi dan praktik kartel menjadi fondasi utama pemerintah dalam menarik dan menjaga kepercayaan investor global. Menurutnya, tidak ada investasi yang dapat tumbuh dalam kondisi ketidakpastian.
Indonesia, lanjut Presiden, berada dalam posisi yang relatif stabil dan damai secara berkelanjutan, serta konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan menghormati seluruh kekuatan global. Stabilitas tersebut dinilai menjadi keunggulan kompetitif Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Tidak ada satu pun yang akan berinvestasi di situasi atau di iklim yang serba tidak pasti, tidak stabil, atau bahkan kacau balau. Kami (Indonesia, red.) cukup beruntung karena Indonesia cukup stabil dalam jangka waktu yang panjang, situasinya cukup damai. Kami pun melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, (kami) menghormati seluruh negara adidaya,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat acara Business Summit, Rabu (18/2/2026). (19/2).
Realisasi Investasi Indonesia

Presiden juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetisi dan kolaborasi, baik dalam politik domestik maupun dalam pengelolaan pembangunan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa kerja sama dan kompromi antarpemangku kepentingan menjadi kunci menjaga stabilitas jangka panjang, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia.
“Selain stabilitas politik, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kepastian hukum, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta disiplin fiskal dalam pengelolaan keuangan negara. Langkah-langkah tersebut disebut sebagai bagian integral dari upaya memperkuat daya tarik investasi,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa realisasi investasi asing ke Indonesia pada tahun lalu mencapai US$53 miliar. Capaian tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, serta arah kebijakan pemerintah.
Presiden turut memperkenalkan Danantara Investment Management sebagai sovereign wealth fund Indonesia, sekaligus memaparkan berbagai peluang investasi strategis yang dapat dijajaki pelaku usaha global.

Selain itu, Presiden menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang telah berjalan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta percepatan digitalisasi sektor pendidikan melalui distribusi interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah.

