EBuzz – Masa pelaksanaan Waran Seri I milik PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi berakhir pada 11 Februari 2026. Seiring berakhirnya periode tersebut, perseroan menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan waran yang berlangsung sejak 14 Agustus 2024 hingga 11 Februari 2026.
Dalam keterbukaan informasi perseroan di BEI, Presiden Direktur MEJA, Richie Adrian Hartanto S menyatakan, dari total 480 juta Waran Seri I yang diterbitkan, sebanyak 318.002.042 waran telah dieksekusi dan dikonversi menjadi saham baru.
Sementara itu, 161.997.958 waran tidak dilaksanakan hingga batas akhir periode konversi.
Baca juga: Kinerja Cashlez Tertekan, Rugi Bersih Melonjak Jadi Rp68,12 Miliar di 2025
“Seluruh Waran Seri I yang tidak dikonversi hingga 11 Februari 2026 resmi tidak berlaku lagi dan tidak memiliki nilai,” ungkap dia.
Sebagai informasi, PT Bima Registra selaku Biro Administrasi Efek menjelaskan bahwa setelah Penawaran Umum Perdana (IPO) pada 12 Februari 2024, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh MEJA tercatat sebanyak 480 juta saham dengan nilai nominal Rp20 per saham.
Dengan terealisasinya konversi Waran Seri I sebanyak 318.002.042 saham, jumlah saham PT Harta Djaya Karya Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia kini meningkat menjadi 2.235.502.042 saham.

