Usai Bertemu MSCI, BEI Sodorkan Proposal Shareholders Concentration List

EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini telah menggelar pertemuan dengan MSCI secara daring untuk menindaklanjuti evaluasi transparansi pasar modal domestik. Pertemuan dengan MSCI ini, merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh otoritas pasar modal dengan penyedia indeks global.

Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa, pertemuan antara BEI dan MSCI berlangsung secara konstruktif, sejalan dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, BEI berencana menerbitkan shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi.

“Dengan implementasi kebijakan ini, diharapkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia dapat semakin meningkat,” ujar Jeffrey saat Konfrensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

BEI Kaji Metode Shareholders Concentration List

Jeffrey menambahkan, pengembangan metode shareholders concentration list telah dikaji BEI sejak menerima masukan dari MSCI pada Oktober 2025. Selain itu, BEI melakukan studi komparatif terhadap sejumlah bursa global yang pernah menghadapi isu serupa terkait konsentrasi kepemilikan saham.

Dalam kajian tersebut, BEI merujuk pada praktik yang telah diterapkan di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) serta pengalaman pasar India.

“Dalam kajian kami, India dan Hong Kong pernah menghadapi situasi yang kurang lebih sama. Untuk ambang batas pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen kami mengacu pada praktik di India, sementara untuk shareholders concentration list kami merujuk pada penerapan di Hong Kong,” jelasnya.

Meski demikian, Jeffrey belum memaparkan secara rinci hasil pemetaan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi di BEI, termasuk sektor-sektor yang berpotensi terdampak. Hal tersebut dikarenakan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) masih menyusun metodologi secara komprehensif agar kebijakan yang diterapkan akurat dan konsisten.

“BEI menargetkan publikasi shareholders concentration list akan dilakukan bersamaan dengan pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, yang direncanakan pada akhir bulan ini atau awal bulan depan,” pungkas Jeffrey.

Selain itu, dalam pertemuan dengan MSCI, BEI memaparkan secara rinci tiga rencana aksi utama yang telah disampaikan sebelumnya kepada MSCI. Rencana pertama terkait peningkatan keterbukaan informasi mengenai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Kedua, penyediaan data investor yang lebih granular guna memperkuat transparansi dan pemantauan pasar.

“Rencana ketiga mencakup progres implementasi Peraturan BEI Nomor I-A tentang pencatatan saham, khususnya ketentuan peningkatan free float dari minimal 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki likuiditas dan kualitas pasar,” tegasnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini