EBuzz – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menyampaikan bahwa perseroan menjalankan transformasi menyeluruh yang berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan, baik dari sisi operasional maupun fundamental bisnis.
Dalam rapat Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026), Akbar menjelaskan, langkah transformasi dilakukan melalui pengembalian volume produksi ke level optimal, efisiensi biaya tetap, penghentian lini bisnis yang mencatatkan kinerja negatif, serta penguatan fokus pada segmen dengan margin lebih tinggi.
“Dari segi operasi kita terus melakukan transformasi, di antaranya mengembalikan volume produksi ke level optimal, efisiensi fixed cost, penutupan lini bisnis yang negatif, dan fokus ke segmen dengan margin yang tinggi,” ujarnya. (5/2).
Lebih lanjut ia menambahkan, selain perbaikan operasional, Krakatau Steel juga melakukan pembaruan budaya perusahaan untuk membangun organisasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi kinerja.

“Langkah ini disertai dengan penguatan fundamental melalui tambahan permodalan dari Danantara, program efisiensi karyawan, serta penyehatan dana pensiun,” imbuh Akbar.
Sementara dari sisi eksternal, perseroan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memulihkan kepercayaan publik dan pasar. Krakatau Steel juga aktif berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta pihak terkait lainnya untuk menyampaikan perkembangan perusahaan sekaligus memperluas akses pasar.
Akbar menyebutkan, hasil transformasi tersebut mulai tercermin dalam kinerja perseroan sepanjang satu tahun terakhir. Pendapatan Krakatau Steel tercatat meningkat 0,4% dibandingkan tahun 2024 menjadi sebesar US$955 juta.
“Volume penjualan baja menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 29% secara tahunan, mencapai 945 ribu ton,” pungkasnya.

