EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keyakinannya bahwa dalam horizon jangka panjang, pasar modal Indonesia akan menjadi semakin atraktif dibandingkan kondisi sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan potensi penyesuaian target penawaran umum perdana saham (IPO) dapat menjadi konsekuensi dari kebijakan baru, khususnya rencana pemberlakuan kewajiban pemenuhan besaran free float sejak awal bagi emiten yang akan melantai di bursa.
“Kalau itu menjadi konsekuensi, akan kami lakukan. Kewajiban pemenuhan besaran free float kemungkinan akan diberlakukan sejak awal untuk IPO baru,” jelas Hasan. (3/2).
OJK Tinjau Ulang Target IPO

Ia menambahkan, perusahaan yang berminat memberikan porsi kepemilikan publik lebih besar tetap dapat melanjutkan rencana IPO. Namun demikian, terdapat kemungkinan sebagian perusahaan melakukan peninjauan ulang sebagai dampak awal dari kebijakan tersebut.
“Apabila ketentuan baru telah diberlakukan, maka calon emiten wajib mengikuti pengaturan yang ditetapkan dalam peraturan bursa,” tegasnya.
Hasan menegaskan bahwa dorongan peningkatan porsi saham publik merupakan standar yang berlaku secara internasional. Menurutnya, seluruh bursa utama dunia memiliki tujuan yang sama dalam memperbesar free float guna meningkatkan daya tarik pasar.
“Mendorong lebih besar porsi free float itu menjadi tujuan bersama seluruh bursa di dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia, untuk menghadirkan kemenarikan bursa dengan menunjukkan kecukupan ketersediaan saham yang dapat dimiliki publik,” tutup Hasan.

