EBuzz – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa Danantara akan turut serta dalam pertemuan dengan MSCI untuk membahas berbagai masukan terkait pasar modal Indonesia.
Pandu menjelaskan, pertemuan tersebut akan menjadi forum untuk menindaklanjuti sejumlah catatan dari MSCI, dengan fokus pada penguatan aspek pasar modal.
“Pasar modal menjadi salah satu sarana bagi investor domestik maupun global untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap Indonesia serta melakukan investasi jangka panjang,” kata Pandu saat ditemui di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).
Terkait poin pembahasan dengan MSCI, Pandu mengungkapkan bahwa isu keterbukaan informasi menjadi perhatian utama, termasuk transparansi kepemilikan saham dan struktur pemegang saham. Selain itu, aspek free float juga masuk dalam agenda diskusi.
“Keterbukaan informasi dinilai sebagai langkah yang paling mudah untuk segera dilakukan, terutama terkait pemegang saham. Setelah itu, pembahasan akan berlanjut pada sisi eksekusi kebijakan,” tegasnya.
Point Pertemuaan MSCI

Ia juga menyampaikan pentingnya kemudahan akses bagi dana pensiun (dapen) untuk masuk ke pasar modal. Salah satu yang disoroti adalah penerapan ketentuan cut loss provision dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
“Dengan masuknya dana pensiun, valuasi diharapkan dapat meningkat,” ucap Pandu.
Lebih lanjut, Pandu menyebutkan adanya rencana peningkatan porsi saham yang dapat diperdagangkan publik, dari kisaran 10–12 persen menjadi minimal 15 persen atau lebih, seiring kebutuhan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar. Seluruh proses tersebut akan dikomunikasikan secara bertahap dan terstruktur.
Pandu menambahkan bahwa MSCI memberikan waktu hingga sekitar Mei untuk proses pembahasan tersebut.
“Pihak yang akan melakukan pertemuan langsung dengan MSCI adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

