Petrosea Dirikan Tiga Anak Usaha Baru untuk Perkuat Ekosistem Bisnis

EBuzz – PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan pendirian tiga anak usaha baru sebagai bagian dari strategi memperkuat dan mengembangkan ekosistem bisnis perseroan.

Pendirian ini dilakukan melalui anak usaha Petrosea yang kepemilikannya di atas 99%, yakni PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PIN), PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC), dan PT Rekakarsa Karya Nusantara (REKAN).

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka menengah dan panjang Petrosea untuk memperluas layanan, meningkatkan integrasi operasional, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika industri.

Adapun tiga anak usaha baru yang didirikan adalah:

  • PT Petrosindo Investama Sinergi, yang fokus pada jasa konsultasi manajemen dan perdagangan besar, termasuk pengelolaan serta pengendalian entitas usaha. Perusahaan ini dibentuk untuk memperkuat tata kelola grup serta mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.
  • PT Petrosindo Sinergi Alur, yang bergerak di bidang pengelolaan dan konsultasi keuangan serta asuransi, termasuk layanan konsultasi manajemen, ilmiah, dan teknis. Entitas ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi keuangan dan efektivitas operasional.
  • PT Petrosindo Sinergi Samudera, yang berfokus pada pengembangan layanan profesional, khususnya konsultasi keuangan, asuransi, serta manajemen, ilmiah, dan teknis guna memperkuat sinergi dan ekosistem bisnis Petrosea.

Baca juga: Samuel Sekuritas Jual 978,38 Juta Saham Sentul City

Presiden Direktur Petrosea, Michael menyampaikan bahwa pendirian anak usaha ini merupakan bagian dari upaya membangun fondasi pertumbuhan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Dengan penguatan kapabilitas internal serta sinergi dengan grup Petrindo, Petrosea dinilai berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan di masa depan,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Sebagai perusahaan multidisiplin dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, Petrosea menyediakan layanan terintegrasi mulai dari EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk sektor pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

“Seluruh aktivitas perusahaan dijalankan dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja (K3L), target zero accident, keunggulan operasional, perbaikan berkelanjutan, serta penerapan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG),” ungkap Michael.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini